Pencurian perhiasan koleksi museum kembali terjadi di Eropa. Kali ini terjadi di Museum of Applied Arts (MAK), Wina, Austria. Kalung karya Van Cleef & Arpels nan bertahtakan 673 permata seberat 200 karat dicuri oleh dua pria.
Pencurian perhiasan berbobot jutaan dolar itu terjadi pada Kamis (27/8). Polisi mengatakan kedua pelaku membeli tiket masuk museum, lampau memecahkan lemari kaca tempat kalung itu ditampilkan. Kedua pelaku kemudian pergi membawa kalung tersebut.
Polisi menyatakan bahwa kedua laki-laki tersebut tidak mengenakan penutup wajah, bayar tiket masuk museum, dan terlihat jelas di kamera pengawas saat melakukan pencurian.
"Mereka memecahkan lemari pajangan kaca menggunakan palu sebelum melarikan diri membawa perhiasan tersebut ke arah nan tidak diketahui," demikian bunyi pernyataan polisi dikutip dari AFP, Sabtu (29/8).
Pihak museum MAK membenarkan adanya pencurian tersebut, namun tidak mau berkomentar lebih lanjut.
Kalung nan dicuri merupakan bagian dari pameran nan didedikasikan untuk desainer asal Prancis, Van Cleef & Arpels. Terdapat sekitar 500 buah karya telah dipamerkan sejak bulan Juni. Pameran tersebut dijadwalkan berhujung pada 27 September.
Meskipun MAK mengumumkan bahwa pameran bakal tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, bagian museum tempat pencurian terjadi dibuka kembali beberapa jam kemudian. Lemari panjang nan pecah ditutupi panel berwarna biru, namun tidak ada pemberitahuan nan menjelaskan mengenai pencurian tersebut.
Pernah Dikenakan Ratu Nazli
Kalung nan dicuri itu dirancang untuk mantan family kerajaan Mesir dan pernah dikenakan oleh Ratu Nazli pada tahun 1939 dalam aktivitas pernikahan putrinya, Faiza, dengan calon Shah Iran, Mohammad Reza Pahlavi.
Di situs webnya, Van Cleef & Arpels menyebut karya nan dicuri itu sebagai "triumph of white jewellery". Perusahaan asal Prancis tersebut tidak segera memberikan komentar mengenai pencurian ini.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·