Bill Kober.(BBC)
USIA bagi Bill Kober betul-betul hanya angka. Pada usia 98 tahun, penduduk Woodbridge, Suffolk, itu tetap rutin melakukan sedikitnya 40 push up setiap hari tanpa absen.
Rutinitas itu dia bagi menjadi dua sesi, ialah 20 push up pada pagi hari dan 20 push up pada malam hari. Tidak hanya itu, Bill juga tetap menikmati latihan Pilates dan baru-baru ini sukses menguasai pose crow, salah satu aktivitas nan memerlukan kekuatan lengan, keseimbangan, dan kontrol tubuh.
"Baru pada tahun-tahun belakangan ini saya menyadari bahwa saya punya keahlian ini. Jadi saya melakukannya lantaran saya tetap bisa dan, seperti kata orang, gunakan alias kehilangan. Saya tidak mau kehilangan keahlian itu," kata Bill.
"Saya mau tetap sebugar mungkin," lanjutnya.
Sempat Kecewa hanya Mampu 17 Push-Up saat Ulang Tahun
Meski terlihat sangat segar untuk usianya, Bill tetap mempunyai standar tinggi untuk dirinya sendiri. Ia sempat merasa sedikit kecewa ketika pada hari ulang tahunnya hanya bisa melakukan 17 push up.
Bagi Bill, push up bukan sekadar olahraga ringan. Latihan itu menjadi bagian dari caranya menjaga tubuh tetap aktif, terutama untuk kekuatan tubuh bagian atas, stabilitas inti tubuh, dan keahlian melakukan aktivitas harian.
Menurut Bill, kunci melakukan push-up nan baik adalah menjaga punggung tetap lurus dan tubuh tetap kencang.
"Punggung nan lurus bakal membikin pinggul tetap kencang," ujarnya.
Ia apalagi menggambarkan teknik itu dengan langkah nan jenaka. "Kalau saya menyelipkan duit kertas 20 pound di antara pinggul Anda, Anda kudu menjepitnya kuat-kuat agar tidak ada nan bisa mengambilnya," kata Bill.
Aktif Bergerak sejak Muda
Bill mengaku olahraga tidak pernah menjadi sesuatu nan dia jalani secara religius. Namun, sepanjang hidupnya dia terbiasa aktif lantaran pekerjaan bentuk nan berat.
Ayah dua anak itu pernah menghabiskan dua tahun di Angkatan Darat, bekerja di sektor gedung dalam pengembangan rumah, serta bekerja selama 28 tahun di pabrik. Masa kerja terpanjangnya banyak diisi dengan aktivitas manual nan menuntut kekuatan fisik.
Sepuluh tahun terakhir dalam kehidupan kerjanya lebih tenang. Ia bekerja sebagai pengemudi bus nan mengantar-jemput siswa dari dan ke sebuah sekolah di Ilford.
"Saya tidak pernah menjalaninya secara ketat, tetapi saya pernah mencoba sedikit latihan beban dan pernah mencoba lari, meski saya tidak terlalu menyukainya," kata Bill.
"Tetapi melakukan push-up inilah nan membikin saya bernapas dengan baik. Saya melakukannya sampai tidak sanggup lagi. Lalu saya bangun, bersantai, dan selesai," ujarnya.
Olahraga Lansia dan Manfaat Aktivitas Fisik
Dalam pedoman nan dikutip dalam naskah, NHS menyarankan orang dewasa berumur 65 tahun ke atas untuk tetap aktif secara bentuk setiap hari. Mereka juga dianjurkan melakukan aktivitas nan meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan elastisitas setidaknya dua hari dalam sepekan.
Orang lanjut usia juga disarankan melakukan aktivitas intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu alias aktivitas intensitas berat selama 75 menit per minggu, seperti berenang, jika sudah terbiasa aktif.
Olahraga teratur disebut dapat membantu menurunkan akibat penyakit besar, termasuk penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker, serta menurunkan akibat kematian awal hingga 30%.
Pernah Dievakuasi saat Perang Dunia II
Bill lahir di Mile End, London timur. Saat Perang Dunia II, dia dievakuasi berbareng saudara-saudaranya ke Cotswolds.
Pengalaman itu menjadi salah satu masa paling berkesan dalam hidupnya. Ia menyebut masa tinggal di pedesaan sebagai periode nan membuatnya merasa dekat dengan alam.
"Kalau memandang ke belakang, itu adalah dua separuh tahun terbaik dalam hidup saya. Saya betul-betul menyukai tempat itu dan menjadi anak desa," kata Bill.
"Saya jauh dari perang, dan saya tidak menyukai London. Jadi pergi ke perdesaan, berada di pertanian, dan berurusan dengan hewan sangat menarik bagi saya," ujarnya.
Menatap Usia 100 Tahun
Saat ini, Bill menikmati kehidupan nan tenang di Woodbridge. Ia menjadi sukarelawan di pusat organisasi Long Shed serta membikin pembatas kitab marquetry dan papan catur Viking.
Bill, nan telah menikah dengan istrinya selama lebih dari 75 tahun, baru saja merayakan ulang tahun ke-98. Ia berambisi tetap bisa terus melakukan push-up ketika mencapai usia 100 tahun dalam dua tahun mendatang.
Menurutnya, salah satu kunci umur panjang adalah aspek genetik.
"Kunci umur panjang adalah mempunyai gen nan baik," kata Bill.
"Saya mendapat gen nan baik, dan jelas gen itu bekerja dengan baik," pungkasnya. (BBC/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·