KAI Mau Tambah Gardu Listrik demi KRL 12 Rangkaian di Jalur Green Line

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) berbareng Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan sedang bersiap melakukan upgrade fitur KRL Green Line alias lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. KAI bakal menyiapkan penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan pada lintas nan tergolong padat tersebut.

Lintas KRL Green Line menjadi salah satu jalur utama nan menghubungkan area permukiman di wilayah barat Jabodetabek dengan pusat aktivitas ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan jasa publik di Jakarta serta sekitarnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menjelaskan tingginya tingkat kepadatan KRL Green Line dipengaruhi oleh keterbatasan kapabilitas sarana dan prasarana nan saat ini tersedia di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Permintaan masyarakat terhadap jasa Commuter Line Rangkasbitung terus meningkat. Karena itu, KAI berbareng DJKA Kementerian Perhubungan menyiapkan beragam langkah peningkatan kapabilitas agar perjalanan pengguna menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan," ujar Bobby dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

KAI sendiri mencatat volume pengguna KRL pada lintas Rangkasbitung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, jumlah pengguna mencapai 43.317.716 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 62.085.471 pengguna pada 2023, kemudian mencapai 69.999.362 pengguna pada 2024, dan kembali naik menjadi 77.552.716 pengguna pada 2025. Memasuki periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pengguna telah mencapai 33.397.420 orang.

Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, tingkat okupansi pada jam sibuk juga terus bertambah. Saat ini, okupansi puncak Rangkasbitung Line mencapai sekitar 161%, tertinggi di antara lintas Commuter Line lainnya. Sebagai perbandingan, okupansi puncak lintas Bogor berada pada kisaran 130%, sedangkan lintas Bekasi/Cikarang sekitar 140%.

Upgrade KRL Green Line

Langkah pertama nan bakal dilakukan untuk perbaikan KRL Green Line adalah penguatan sistem Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Saat ini daya listrik pada lintas tersebut berada pada level 3.000 volt, sementara lintas Bogor dan Bekasi telah didukung daya sebesar 4.000 volt.

Perbedaan kapabilitas tersebut menyebabkan rangkaian dengan stamformasi 12 kereta belum dapat dioperasikan sehingga kapabilitas angkut tetap bertumpu pada rangkaian 8 dan 10 kereta.

Untuk mendukung peningkatan kapabilitas layanan, KAI bakal menambah 11 gardu traksi di lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Penguatan pasokan daya ini menjadi fondasi krusial untuk mendukung operasional rangkaian 12 kereta.

Dengan kapabilitas nan lebih besar, jumlah pengguna nan dapat dilayani dalam setiap perjalanan bakal meningkat sehingga ruang mobilitas pengguna saat jam sibuk menjadi lebih baik.

Peningkatan kapabilitas tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergi antara KAI dan DJKA Kementerian Perhubungan sebagai regulator perkeretaapian nasional. Kolaborasi ini mencakup perencanaan penguatan sistem kelistrikan, pengembangan kapabilitas lintas, hingga modernisasi sistem operasi nan diperlukan untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat di koridor Tanah Abang-Rangkasbitung.

Selain penguatan daya listrik, KAI berbareng DJKA Kementerian Perhubungan juga bakal melakukan modernisasi sistem persinyalan. Saat ini sebagian sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung tetap menggunakan pola blok tertutup nan membatasi jumlah perjalanan kereta dalam satu lintas operasi. Dalam sistem tersebut, satu blok nan mencakup beberapa stasiun hanya dapat dilalui oleh satu kereta pada waktu nan sama.

Kondisi tersebut berakibat pada headway perjalanan nan saat ini berada pada kisaran 10 menit. Sebagai perbandingan, lintas Bekasi dan Bogor telah bisa melayani perjalanan dengan headway sekitar 3 hingga 4 menit.

Melalui modernisasi persinyalan, kapabilitas lintas bakal meningkat sehingga gelombang perjalanan kereta dapat ditambah dan waktu tunggu pengguna menjadi lebih singkat.

Peningkatan gelombang perjalanan bakal memberikan elastisitas nan lebih besar bagi masyarakat dalam menentukan waktu keberangkatan maupun kepulangan. Dengan pilihan perjalanan nan semakin banyak, pengedaran pengguna dapat berjalan lebih merata sehingga kualitas jasa secara keseluruhan turut meningkat.

"Peningkatan kapabilitas kudu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana, daya listrik, hingga sistem persinyalan. Dengan langkah tersebut, kapabilitas angkut dapat bertambah dan masyarakat memperoleh jasa nan semakin baik," tambah Bobby.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance