KAI Mau Renovasi Besar-besaran Stasiun Gambir, DPR Respons Begini

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan pengembangan dan pembaharuan besar-besaran Stasiun Gambir mendapat sorotan dari DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI, Nurwayah menilai anggaran untuk proyek tersebut sebaiknya tidak difokuskan pada pembangunan ulang Stasiun Gambir, melainkan dialihkan ke wilayah lain nan lebih memerlukan peningkatan akomodasi perkeretaapian.

Menurut Nurwayah, kondisi Stasiun Gambir saat ini sudah tergolong baik dibandingkan stasiun-stasiun lain di Indonesia.

"Stasiun Gambir bakal dibangun total ya, lantaran katanya sudah lama. Kalau menurut saya Pak, sayang sekali anggaran ini jika difokuskan untuk membangun ulang nan ada di stasiun Gambir," kata Nurwayah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) berbareng PT KAI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Ia menilai alokasi anggaran bakal lebih optimal andaikan diarahkan untuk pengembangan stasiun di wilayah lain.

"Karena di antara semua stasiun nan ada di Indonesia, menurut pandangan saya (Stasiun) Gambir adalah nan terbagus. Ya, jadi lebih baik anggaran (untuk pembaharuan Stasiun) Gambir dialokasikan ke wilayah-wilayah lain, sehingga lebih maksimal," ujarnya.

Meski demikian, rencana pengembangan Stasiun Gambir sebelumnya memang mendapat perhatian langsung dari pemerintah. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan sektor perkeretaapian nasional, termasuk pengembangan stasiun sebagai simpul utama mobilitas masyarakat di pusat kota.

Teddy apalagi secara unik meminta agar Stasiun Gambir direnovasi dan ditata ulang agar lebih modern serta nyaman bagi pengguna.

"Kalau boleh cerita ya, dulu waktu tetap mini saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman," ujar Teddy dalam keterangannya.

Menurut Teddy, momentum perhatian pemerintah terhadap sektor perkeretaapian saat ini menjadi kesempatan untuk membawa Stasiun Gambir ke level nan lebih maju, tidak hanya sebagai stasiun keberangkatan, tetapi juga sebagai ruang publik perkotaan nan representatif.

"Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional," lanjutnya.

Menindaklanjuti pengarahan tersebut, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan, pengembangan Stasiun Gambir bakal dilakukan secara berjenjang dengan konsep area Transit Oriented Development (TOD) dan simpul intermoda utama di pusat Jakarta.

"Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimasi pemanfaatan lahan melalui penataan area komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi area stasiun dengan pusat aktivitas di area Medan Merdeka, serta penyediaan kegunaan komersial nan beragam dan tersegmentasi," ujar Bobby.

Ke depan, Stasiun Gambir juga bakal diperkuat sebagai hub transportasi terpadu nan menghubungkan kereta api jarak jauh, Commuter Line, MRT Jakarta, hingga jasa bus secara seamless. Penataan area turut mencakup integrasi dengan ruang publik dan taman kota di area Medan Merdeka, termasuk area Monumen Nasional.

Selain itu, KAI berencana menghadirkan lebih banyak komponen vegetasi pada ruang antarbangunan hingga area rooftop guna menciptakan lingkungan nan lebih teduh, nyaman, dan ramah bagi pengguna transportasi publik di area pusat ibu kota.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News