KAI Logistik sukses mencatatkan keahlian keseluruhan pikulan barang dengan volume sebesar 1.658.622 ton alias meningkat 10 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya. Kinerja tersebut salah satunya didorong oleh keahlian pikulan kereta kontainer, nan menunjukkan pertumbuhan nan konsisten.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jasa KA Kontainer telah mengangkut 1.193.688 ton peralatan alias setara dengan nyaris 60 ribu perjalanan truk, mencerminkan semakin meningkatnya pemanfaatan moda kereta api sebagai solusi logistik nan efisien dan berkelanjutan.
“Layanan KA Kontainer mencatat kenaikan 8 persen secara tahunan pada 2025 dibandingkan 2024, melanjutkan tren pertumbuhan positif sebagai salah satu jasa unggulan. Pada 2026, kami menargetkan pertumbuhan nan lebih besar melalui penguatan jasa dan kapabilitas angkut kereta api kontainer," ujar Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, dalam keterangannya, Kamis (11/6).
Tren peningkatan volume semakin terlihat memasuki kuartal II 2026, dengan capaian tertinggi pada Mei sebesar 267.390 ton alias meningkat 20 persen dibandingkan awal tahun 2026. Untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan tersebut, perusahaan melakukan percepatan kapabilitas melalui penambahan dua rangkaian KA Kontainer.
"Langkah ini merupakan upaya KAI Logistik dalam menjawab kebutuhan pengguna industri nan terus meningkat, sekaligus mendukung semakin kuatnya komitmen bumi upaya terhadap praktik logistik nan lebih efisien dan berkelanjutan," jelasnya.
Yuskal menambahkan, transformasi sistem logistik nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapabilitas distribusi, tetapi juga oleh keahlian menghadirkan moda transportasi nan efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kereta api mempunyai posisi strategis sebagai tulang punggung pikulan peralatan berkapasitas besar nan bisa mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
"Peralihan sebagian pikulan peralatan ke moda kereta api merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional lantaran bisa meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya eksternal akibat kemacetan dan kerusakan jalan, serta mendukung pencapaian sasaran pembangunan rendah karbon Indonesia," kata Yuskal.
Lebih lanjut, peningkatan pemanfaatan moda kereta api untuk pikulan peralatan juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian. Distribusi logistik nan lebih andal bakal memperkuat kelancaran pasokan bahan baku dan peralatan jadi bagi beragam sektor industri, menjaga stabilitas rantai pasok, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun global. Pada saat nan sama, perpindahan pengedaran dari jalan raya ke rel turut mengurangi tekanan terhadap prasarana jalan serta meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan.
“Sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan moda kereta api sebagai solusi logistik masa depan," tambahnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·