KAI Buka Suara soal Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Polisi meningkatkan kasus kecelakaan kereta di Bekasi ke tahap penyidikan. PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap mendukung proses hukum.

"Investigasi dan juga semua proses kudu didukung penuh untuk keselamatan perkeretaapian ke depan," kata Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Tabrakan kereta api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (17/5) malam. Sebanyak 16 orang meninggal bumi dalam kejadian ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, status perkara naik dari penyelidikan ke investigasi dilakukan setelah interogator mengumpulkan sejumlah perangkat bukti awal. Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.

"Perkara ini sudah naik ke tahap penyidikan. Kami telah melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi, serta pengumpulan peralatan bukti termasuk CCTV," kata Budi kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/4).

Penyidik sudah memeriksa 24 orang saksi untuk mendalami kasus tersebut. Polisi juga tetap memeriksa tujuh orang lainnya nan mempunyai peran krusial dalam operasional perjalanan kereta, mulai dari petugas pusat pengendali perjalanan kereta (Pusdalops), PPKA, petugas sinyal, masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, asisten masinis, hingga pengendali perjalanan.

"Pemeriksaan tetap berjalan di Manggarai. Total saksi nan sudah diperiksa 24 orang, dan hari ini ada tambahan tujuh orang nan dimintai keterangan," ujarnya.

Lebih lanjut, polisi juga menggandeng tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk mendalami penyebab kecelakaan. Salah satu nan ditelusuri adalah kemungkinan adanya gangguan teknis, termasuk pengaruh sistem kelistrikan alias sinyal di letak kejadian.

Di sisi lain, pengemudi taksi online nan terlibat dalam kejadian tersebut tetap berstatus sebagai saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengemudi berinisial RRP diketahui baru bekerja sebagai driver sejak 25 April 2026 alias beberapa hari sebelum kejadian.

"Dari hasil keterangan driver ataupun pengemudi taksi online nan sudah dimintai keterangan bahwa nan berkepentingan baru bekerja itu semenjak tanggal 25 April 2026. Jadi baru beberapa hari setelah kejadian. Dan melakukan training selama satu hari," kata Budi.

(lir/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News