Kadis KPKP DKI Akui Sulit Musnahkan Ikan Sapu-Sapu Satu Per Satu

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Jakarta -

Kepala Dinas Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Hasudungan, memastikan pihaknya tetap mencari-cari metode nan paling efektif memusnahkan ikan sapu-sapu di Jakarta usai disorot oleh MUI. Hasudungan mengakui pihaknya kesulitan jika kudu membunuh ikan sapu-sapu tersebut satu per satu.

"Kami lagi koordinasi dengan akademisi maupun praktisi, lagi mencari literatur metode apa yg paling efektif agar tidak menimbulkan pro dan kontra di masyarakat," kata Hasudungan saat dihubungi, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia tidak mengatakan metode apa nan paling efektif. Namun, dia mengakui susah jika kudu membunuh ikan sapu-sapu itu satu per satu.

"Mengingat jumlah nan sangat banyak tentu petugas kesulitan membunuh satu per satu," ucap dia.

Namun demikian, dia memastikan pihaknya tengah mencari metode terbaik. Ia mengaku butuh waktu. "Saya juga coba cari literatur tapi kan butuh persiapan juga," imbuhnya.

Sorotan MUI

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Miftahul Huda menyampaikan ada prinsip rahmatan lil 'alamin dan prinsip kesejahteraan hewan alias kesrawan (kesejahteraan hewan). Dia menjelaskan dalam perspektif pandang syariah, membunuh hewan diperbolehkan jika mendatangkan kebaikan. Namun jika untuk dikubur hidup-hidup ada unsur penyiksaan.

"Cara tersebut dianggap menimbulkan penderitaan nan tidak perlu," kata Miftah dikutip dari laman MUI Digital, Minggu (19/4).

Miftah juga menyinggung masalah dari sisi etika kesejahteraan hewan. Mengubur hidup-hidup dianggap tidak manusiawi dan tidak meminimalkan penderitaan.

Namun, dia menyebut kebijakan Pemprov Jakarta untuk mengendalikan ikan sapu-sapu baik lantaran untuk melindungi lingkungan. Sebab ikan sapu-sapu sendiri dapat merusak ekosistem.

"Itu sejalan dengan maqāṣid syariah ialah masuk kategori ḍharūriyyāt ekologis modern", tuturnya.

(maa/imk)


Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News