Kades Buncitan Sidoarjo Tewas di Ruangannya, Diduga Bunuh Diri Terlilit Utang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Catatan Redaksi: Bunuh diri bukan jalan keluar persoalan kehidupan, segera cari pertolongan alias klik www.healing119.id alias telepon darurat 119 ext. 8 alias WA +62 813-8007-3120.

Garis polisi terpasang di instansi Kepada Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Foto: Polresta Sidoarjo

Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Mujiyono (55), ditemukan meninggal bumi di ruangan kantornya. Ia diduga mengakhiri hidupnya sendiri lantaran persoalan utang.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Siko Sesaria Putra Suma, mengatakan dia ditemukan tak bernyawa pada Minggu (3/5). Awalnya, seorang petugas kebersihan berinisial MK mendatangi instansi desa sekitar pukul 16.00 WIB untuk membersihkan kantor.

Setelah itu, dia memandang sepeda motor milik korban terparkir di depan pintu ruangan kepala desa. Pintu tersebut dalam kondisi terbuka namun lampunya mati.

Kemudian, dia masuk ke dalam ruangan dan memandang korban dalam posisi duduk di sofa seperti tertidur.

"Saksi berupaya untuk membangunkannya namun korban tak bersuara saja," ujar Siko kepada wartawan, Senin (4/5).

MK lampau menyalakan lampu ruangan kepala desa itu. Ia terkejut memandang kondisi korban nan sudah tak bernyawa dan kaku dengan tali selang berwarna biru melilit di lehernya.

"Terikat tali selang di lehernya dengan selang air warna biru dan tergantung di teralis jendela pada posisi tepat di atas bangku sofa," ucapnya.

Melihat perihal tersebut, MK langsung melapor kepada Ketua RW setempat dan diteruskan ke Polsek Sedati. Polisi kemudian mendatangi letak kejadian dan melakukan olah TKP.

"Di sana kami melakukan aktivitas visum et repertum dan juga se-izinnya family kami melakukan autopsi," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, korban nan mengenakan baju berwarna kuning mengalami luka jerat di leher.

Petugas mengavakuasi jenazah Kepala Desa nan ditemukan tewas di kantornya di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Foto: Polresta Sidoarjo

"Kemudian media lilitan leher sekitar kurang lebih 49 cm, simpul kurang lebih lilitan leher sepanjang 80 cm dan tidak ditemukan tanda kekerasan," ujarnya.

Sementara, dari hasil pengecekan CCTV di instansi kepala desa, korban terlihat masuk bilik mandi menggunakan jaket dan helm sekitar pukul 10.53 WIB.

Lalu, sekitar pukul 11.06 WIB korban terlihat mondar-mandir di depan bilik mandi dan mengambil selang. Kemudian selang itu ditarik dan dipotong.

"Itu terlihat di CCTV sangat jelas," katanya.

Selanjutnya, korban terlihat keluar bilik mandi dan masuk ke ruangan kepala desa sekitar pukul 12.54 WIB sembari memakai kaus kuning. Hingga korban ditemukan oleh MK pada pukul 16.22 WIB.

"Ini juga kami sinkronkan kepada anak korban nan kami periksa mengambil keterangan bahwa korban meninggalkan rumah sekira pukul 10.00 WIB kurang, kemudian pukul 13.00 tetap me-WA anak korban dan kurang lebih dinyatakan meninggal sekira jam 1 lebih," ucap dia.

Siko mengatakan, motif korban mengakhiri hidupnya diduga lantaran persoalan utang mengenai tunggakan jual beli tanah kurang lebih Rp 270 juta dan utang kepada salah satu ketua RW di Desa Buncit.

"Dugaan korban mengakhiri hidupnya ialah pertama adanya persoalan tunggakan jual-beli tanah sekira Rp 270 juta nan semestinya dilunasi pada 26 Mei bulan ini. Kemudian utang kepada salah satu ketua RW sekitar Rp 100 juta," katanya.

Kemudian, dari hasil pemeriksaan ponsel korban juga ditemukan rekam jejak pencarian beragam macam langkah bunuh diri.

"Bagaimana simpul tali menggantung diri?, Apakah cekek leher bisa mati?, Apakah simpul tali menali bisa membikin kuat ikatan?, Kemudian norma utang apa nan jika kita meninggal dunia? Itu kurang lebih segitu," ujar dia.

Dari hasil penyelidikan ini, polisi memastikan penyebab kematian Kepala Desa Buncitan itu akibat mengakhiri hidupnya sendiri dan tidak ditemukan tanda kekerasan pada korban.

"Jadi pertanyaan dari masyarakat, kenapa korban meninggal tidak wajar? Kebanyakan penduduk memandang jika bunuh diri lidahnya keluar. Dari hasil keterangan master bahwa ikatan pada leher korban berada di atas tenggorokan. Sehingga tidak menyebabkan lidah keluar. Hasil otot autopsi, bahwa korban tidak mengalami kekerasan apa pun," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan