Kader Posyandu Rakyat Mulia Dilatih Dampingi Kesehatan Mental Ibu Hamil

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Kader Posyandu Rakyat Mulia Dilatih Dampingi Kesehatan Mental Ibu Hamil Ilustrasi(Dok Istimewa)

KADER Posyandu di Kampung Rakyat Mulia, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, sekarang dibekali keahlian untuk mendengarkan keluhan dan mengenali masalah kesehatan mental ibu mengandung serta ibu menyusui. Pelatihan nan digelar Tim 4 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) itu juga mendorong kader lebih aktif menjangkau lansia dan penduduk nan selama ini jarang mengakses jasa posyandu.

Program ini memperluas peran kader posyandu, tidak hanya dalam pemantauan kesehatan fisik, tetapi juga sebagai pendamping awal bagi masyarakat nan memerlukan support psikologis.

Salah satu kader, Rianti, mengatakan training tersebut memberinya pengetahuan baru tentang langkah berkomunikasi dengan lansia dan membujuk penduduk nan belum rutin datang ke posyandu.

“Kami mendapatkan pengetahuan tentang gimana langkah berkomunikasi dengan lansia, kemudian gimana langkah membujuk orang tua nan tidak pernah datang ke posyandu. Dengan kunjungan ke rumah, kami berkomunikasi dengan menerapkan materi-materi nan sudah kami dapat itu. Ternyata luar biasa, kami bisa mendengarkan keluh kesah masyarakat,” ujar Rianti, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (15/10).

Menurut Rianti, kesehatan psikologis ibu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kondisi mental nan baik dapat membantu ibu menjalani kehamilan, merawat anak, dan mendukung tumbuh kembang bayi.

“Kesehatan psikologis itu tidak kalah krusial dengan kesehatan fisik. Dengan sehat jasmani dan rohani seorang ibu, pasti ibu itu bakal merawat anaknya dengan baik, maka bakal tumbuh anak nan sehat jasmani dan rohaninya,” katanya.

Ketua Tim 4 Ekspedisi Patriot Unair, Prof. Endang Retno Surjaningrum, mengatakan training tersebut berangkat dari pentingnya kesehatan mental ibu selama masa kehamilan dan menyusui. Kondisi psikologis ibu perlu mendapat perhatian lantaran berangkaian dengan kesehatan dan kesejahteraan ibu maupun bayi.

“Kalau ibu mengandung dan ibu menyusui kondisi kesehatan mentalnya positif, maka itu juga bakal menghasilkan bayi nan lebih baik,” ujarnya.

Program ini direncanakan menjangkau tujuh kampung. Para kader dilatih mengenali tanda-tanda awal masalah psikologis pada ibu mengandung dan menyusui melalui pendekatan komunikasi serta penyediaan meja konseling saat posyandu beroperasi.

Tim juga bekerja sama dengan puskesmas setempat agar penduduk nan memerlukan pemeriksaan alias penanganan lebih lanjut dapat dirujuk kepada tenaga kesehatan nan berwenang.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat penemuan awal masalah kesehatan mental di tingkat masyarakat, sekaligus memudahkan ibu mengandung dan menyusui memperoleh support tanpa kudu menunggu keluhan berkembang menjadi masalah nan lebih serius.

Perluasan jasa kesehatan ibu dan anak hingga ke wilayah terpencil juga menjadi perhatian pemerintah. Presiden Prabowo Subianto, dalam penyampaian Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027, menegaskan pentingnya akses jasa kesehatan bagi masyarakat.

“Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa lantaran rumah sakit terlalu jauh,” kata Prabowo.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi aspek krusial dalam keberhasilan pembangunan.

“Pada akhirnya, semua berjuntai pada kualitas SDM kita. Jika unggul dan berintegritas, maka sumber daya nan kita miliki dapat dikelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar AHY dalam seminar nasional di Universitas Pamulang.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan potensi masyarakat di area transmigrasi, termasuk melalui penguatan kapabilitas penduduk di tingkat lokal.

“Bila kita bisa mengelola talenta bangsa dengan baik, saya percaya Indonesia bakal menjadi negara maju nan dibangun oleh putra-putri terbaiknya sendiri,” ujar Iftitah saat menutup Pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Bogor.

Melalui training ini, kader posyandu di Kampung Rakyat Mulia diharapkan semakin bisa menjadi penghubung antara masyarakat dan jasa kesehatan. Kehadiran kader nan dapat mendengarkan keluhan, melakukan pendekatan dari rumah ke rumah, serta mengenali kebutuhan penduduk menjadi langkah krusial untuk memperluas akses pendampingan ibu dan anak di area transmigrasi. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑