Jakarta, CNN Indonesia --
Kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan, tetap menyelimuti Kota Palembang, Senin (24/8).
Kabut asap cukup tebal terlihat disepanjang jalan Soekarno Hatta, berasas pantauan Detiksumbagsel. Begitu juga pantauan di tengah kota, seperti di Jalan Merdeka, Jalan Kapten A Rivai dan Jalan Sumpah Pemuda-Angkatan 45.
Asap juga tetap terlihat di atas Jembatan Ampera, namun tidak setebal asap pada Minggu (23/8) pagi. Jarak pandang tetap tetap kondusif ketika berkendara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengendara Iqbal (20) mengatakan asap tetap terlihat walaupun sudah tidak setebal sehari sebelumnya. Dia tetap menggunakan masker untuk menjaga kesehatan.
"Kemarin itu cukup tebal ya, seperti video di media sosial itu. Tapi jika hari ini sih sudah berkurang asapnya, semoga sigap lenyap asapnya ini," katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan berada di level tidak sehat akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah di Sumsel.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis menyampaikan bahwa berasas pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara pada Minggu (23/8) hingga Senin pagi masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap.
PM2.5 adalah partikel udara nan berukuran lebih mini dari alias sama dengan 2,5 µm (mikrometer).
Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat lembut alias PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang mencapai 69,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) nan masuk kategori tidak sehat.
Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh asap karhutla nan terjadi di beberapa wilayah di Sumsel nan terbawa masuk ke Kota Palembang.
Ia pun mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi penduduk nan mempunyai gangguan pernapasan.
"Jika terpaksa kudu ke luar rumah, baiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa membagikan 16.000 masker cuma-cuma kepada masyarakat dan pengendara imbas kabut asap.
Pembagian masker bakal dilakukan di sejumlah titik lampu merah serta instansi kecamatan nan tersebar di Kota Palembang. Menurutnya pembagian masker tersebut dilakukan secara bertahap.
"Kita berbareng seluruh Forkopimda melakukan aktivitas membagikan masker secara gratis, masker nan dibagikan kurang lebih ada 16 ribu masker kepada masyarakat secara berjenjang," katanya.
Kantor SAR Palembang, Sumatera Selatan, mengimbau para nakhoda kapal dan pengguna transportasi air di Sungai Musi untuk mewaspadai kabut asap.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengingatkan kabut asap dapat mengurangi jarak pandang secara signifikan sehingga berpotensi meningkatkan akibat terjadinya kecelakaan, terutama bagi kapal nan berlayar pada malam hari maupun saat jarak pandang terbatas.
"Untuk mengantisipasi ancaman kecelakaan di perairan, Kantor SAR Palembang menginstruksikan sejumlah langkah preventif bagi seluruh pelaku pelayaran," katanya.
Ia menambahkan antisipasi dilakukan dengan mengurangi kecepatan, pengemudi kapal diminta membatasi laju kendaraan air saat melintasi jalur rawan pandang terbatas.
Kemudian memaksimalkan navigasi, dengan menyalakan lampu navigasi secara aktif untuk menandai keberadaan kapal bagi pengguna jalan air lainnya.
Lalu mengecek perangkat keselamatan, guna memastikan seluruh peralatan keselamatan diri dan kapal dalam kondisi siap pakai.
Raymond menegaskan agar para operator kapal tidak memaksakan perjalanan jika jarak pandang di lapangan sudah dinilai tidak aman. Nakhoda disarankan segera mencari letak berlabuh nan kondusif alias menunda keberangkatan hingga kondisi cuaca membaik.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Jangan memaksakan pelayaran ketika jarak pandang terbatas akibat kabut asap. Utamakan keselamatan diri, penumpang, dan seluruh awak kapal," ujarnya.
Presiden Prabowo Subianto hari ini menggelar rapat penanganan karhutla di Palembang.
Prabowo tiba di Palembang usai menggelar rapat di Pos Aju, Riau. Ia duduk di bagian tengah memimpin rapat. Rapat dimulai dengan penjelasan dari Kepala Pelaksana BPBD Sumatra Selatan M Iqbal Alisyahbana.
Turut datang Seskab Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, hingga KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
(antara/wis)
10 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·