Informasi kulaitas udara di wilayah terdampak karhutla.(Dok. Kemenhut)
ANCAMAN kebakaran rimba dan lahan (karhutla) mulai berakibat serius terhadap kualitas udara di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan Wonotirto di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, dilaporkan mulai diselimuti kabut asap pekat nan masuk dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan info pemantauan kualitas udara pada Senin (31/8/2026) pukul 12.00 WITA, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Wonotirto menyentuh nomor 162. Angka ini mengonfirmasi bahwa kualitas udara di salah satu titik penyangga IKN tersebut telah melampaui periode pemisah sehat.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Safitri, menjelaskan bahwa info tersebut merupakan hasil pemantauan real-time dari prasarana nan telah disiapkan pemerintah. "Itu sumbernya dari sensor nan kami pasang dan terintegrasi dengan KLH (Kementerian Lingkungan Hidup)," ujar Myrna saat dikonfirmasi.
Imbauan Penggunaan Masker
Kondisi ini menjadi sirine bagi pembangunan IKN nan mengusung konsep kota rimba (forest city). Munculnya paparan asap akibat karhutla di sekitar area inti menunjukkan tantangan lingkungan nan nyata bagi masyarakat di wilayah delineasi.
Menyikapi lonjakan indeks pencemaran tersebut, Otorita IKN meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga sangat disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
"Kami sudah menghimbau penggunaan masker," tegas Myrna.
Peringatan ini secara unik ditujukan bagi golongan rentan nan mempunyai akibat tinggi terhadap gangguan pernapasan, antara lain:
- Anak-anak dan balita.
- Lansia.
- Ibu hamil.
- Warga dengan riwayat penyakit pernapasan kronis.
Mitigasi dan Pemantauan Wilayah Penyangga
Meskipun kualitas udara di sejumlah titik Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dilaporkan tetap dalam kondisi relatif aman, lonjakan ISPU di Wonotirto menjadi sinyal bahwa akibat karhutla dapat menjangkau wilayah penyangga dengan cepat.
Partikel pencemar nan terbawa asap karhutla tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga menakut-nakuti kesehatan publik secara langsung. Oleh lantaran itu, Otorita IKN menjadikan pemantauan kualitas udara sebagai bagian integral dari sistem mitigasi karhutla di Nusantara.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi dan tetap membatasi paparan asap hingga kondisi udara kembali normal. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·