Kabut Asap Karhutla di Banjar Kalsel, Truk Pengangkut Motor Terbalik

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan mengganggu aktivitas warga, terutama berakibat bagi pengendara kendaraan bermotor.

Truk pengangkut terbalik di Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) saat kabut asap, hingga berakibat puluhan motor baru nan diangkut rusak. Sementara di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah (Kalteng), pengendara bermotor kudu memelankan laju kendaraan mereka imbas jarak pandang berkurang akibat asap pekat karhutla.

Karhutla Kalsel

Truk motor carrier atau pengangkut nan membawa puluhan unit motor baru terbalik di Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar. Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Agung Iswahyudi membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan bahwa motor carrier itu terbalik dan mengakibatkan pengemudi mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada korban jiwa. Hanya luka-luka pengemudi truk, sudah dibawa ke rumah sakit," ujar Iptu Agung, Rabu (19/8) dikutip dari detikKalimantan.

Terkait penyebab terbaliknya truk, Agung belum bisa memastikan lebih jauh. Ia menyebut dugaan sementara bisa disebabkan lantaran kabut asap.

"Dugaan sementaranya bisa lantaran kabut asap, namun bisa juga lantaran aspek lainnya," terang Iptu Agung.

Mengenai kondisi motor nan dibawa, Agung mengatakan belum bisa dipastikan sepenuhnya. Sebab, saat ini tetap proses pendalaman penyebab dan kondisi di lapangan.

"Untuk kondisinya tetap pendalaman personil di lapangan, saat ini kita konsentrasi menyelamatkan pengemudi truknya," sebutnya.

Agung mengatakan petugas segera memastikan arus lampau lintas di Jalan Gubernur Syarkawi bisa melangkah lancar dengan mengevakuasi motor dan truk terlebih dahulu.

"Sekarang sudah tidak macet lagi, sudah normal. Untuk selanjutnya bakal kita informasikan lagi," katanya.

Karhutla Kalteng

Sementara itu, kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti sejumlah area di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Rabu (19/8) pagi. Asap nan terlihat semakin pekat membikin jarak pandang pengguna jalan terganggu.

Kondisi tersebut memaksa pengendara lebih berhati-hati lantaran kendaraan di depan tidak selalu terlihat jelas dari jarak aman. Pantauan di lapangan, kepulan asap tampak menyelimuti sejumlah ruas jalan.

Kawasan nan cukup terasa dampaknya berada di sekitar Bundaran Pangkalan Lima.

Salah satu penduduk Pangkalan Bun mengaku kudu mengurangi kecepatan ketika melintas di tengah kepungan asap. Menurutnya, kondisi tersebut cukup berisiko andaikan pengendara lain tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

"Kita hati-hati, takutnya nan di depan kita buru-buru dan enggak melihat. Jarak pandangnya terganggu," kata Evan, Rabu pagi.

Menurut Evan, jarak pandang nan terbatas membikin pengendara kudu ekstra waspada terhadap kendaraan nan tiba-tiba muncul dari kembali kepulan asap.

Gangguan akibat asap karhutla tak hanya dirasakan pengguna jalan. Aktivitas wisata klotok di Pangkalan Bun juga ikut terdampak.

Rudianto, salah seorang penarik klotok wisata, mengaku kepulan asap sangat mengganggu aktivitasnya. Selain membikin pandangan terbatas, kondisi udara nan dipenuhi asap juga membuatnya mengalami sesak napas.

"Asapnya luar biasa. Bukan hanya mengganggu jarak pandang, tapi napasku juga sesak," kata Rudianto.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku wisata nan setiap hari beraktivitas di luar ruangan.

"Tak hanya persoalan jarak pandang, paparan asap juga menjadi perhatian lantaran dapat mengganggu kenyamanan masyarakat saat beraktivitas di luar rumah," katanya.

DetikKalimantan memberitakan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus meluas. Hingga 18 Agustus 2026, tercatat 189 kejadian Karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 859,490 hektare.

Kondisi tersebut membikin Pemerintah Kabupaten Kobar mengambil langkah untuk memperpanjang status tanggap darurat musibah Karhutla. Status tanggap darurat nan sebelumnya bertindak bakal diperpanjang mulai 21 Agustus hingga 4 September 2026.

"Perpanjangan dilakukan lantaran ancaman Karhutla dinilai tetap tinggi. Cuaca panas ekstrem nan belum mereda membikin lahan dan vegetasi di sejumlah wilayah mudah terbakar, sementara penanganan di lapangan tetap menghadapi beragam kendala," ujar Bupati Kobar Nurhidayah saat meninjau Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Karhutla di Kantor BPBD Kobar, Selasa (18/8).

Baca buletin lengkapnya di sini.

(kid/tim/kid)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional