Achmad Al Fiqri
, Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |13:39 WIB

Kabareskrim Komjen Pol Syahardiantono RDPU di DPR (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)
JAKARTA - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol Syahardiantono mengungkap, ada 78 titik rawan bentrok agraria di seluruh Indonesia. Hal itu diketahui dari laporan polisi nan terdata dalam aplikasi E-MP.
"Berdasarkan pedoman info terpusat pada aplikasi IMP, terdapat 78 titik rawan bentrok agraria nan berbasis laporan polisi, artinya ini berasas laporan polisi nan diterima oleh penyidik, dengan tipologi bentrok agraria antara perusahaan alias swasta dengan masyarakat di seluruh Indonesia," ucap Syahar dalam RDPU RUU Reforma Agraria berbareng Baleg DPR RI, Senin (7/9/2026).
Namun, Syahar menegaskan, Polri berpendirian pencegahan jauh lebih berarti daripada sekadar penindakan. Ia menilai, penyelesaian akar persoalan agraria menuntut kerja sama erat dari seluruh komponen negara.
"Oleh lantaran itu, dalam rangka pencegahan awal bentrok agraria, Polri secara aktif berkoordinasi dengan lembaga mengenai dan kepala wilayah sesuai dengan kewenangannya untuk melakukan identifikasi dan verifikasi bentrok agraria," kata Syahar.
Syahar menyampaikan, pihaknya selalu memetakan titik rawan bentrok agraria di seluruh Tanah Air. Ia pun membeberkan penyebab bentrok agraria nan terjadi dan berkembang di masyarakat.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·