
Gregoria Mariska Tunjung saat memamerkan lencana perunggu OIimpiade Paris 2024. (Foto: Okezone)
LAUSANNE – Komite Olimpiade Internasional (IOC) secara resmi mengumumkan skema support baru berjudul "Fit for the Future Olympian Grant," di mana setiap atlet yang berkompetisi di Olimpiade berkuasa menerima biaya hibah sebesar USD10,000 alias sekira Rp164 juta.
Menariknya, kebijakan ini juga bertindak surut bagi para atlet nan baru saja berjuang di Olimpiade Musim Dingin pada Februari lampau di Italia Utara. Melalui pernyataan resminya, IOC menegaskan program ini dirancang unik untuk mendukung keberlanjutan pekerjaan olahraga para atlet maupun membantu masa transisi mereka setelah pensiun nanti.
1. Demi Kesejahteraan Atlet
Pengumuman besar ini disampaikan langsung oleh mantan bintang bola basket Spanyol, Pau Gasol, dalam Sidang IOC ke-146 nan digelar di Lausanne, Swiss pada 24-25 Juni 2026. Gasol, nan sekarang menjabat sebagai Ketua Komisi Atlet IOC, mengungkapkan pihak komite telah mengalokasikan biaya dahsyat sebesar USD140 juta (Rp2,3 triliun) untuk setiap jenis Olimpiade (per empat tahun).
Uang saku alias pembayaran bagi peserta Olimpiade memang sempat menjadi rumor nan sensitif selama bertahun-tahun, mengingat nilai dasar awal aktivitas Olimpiade berakar pada olahraga amatir.
Rizki Juniansyah memenangkan lencana emas Olimpiade Paris 2024 Naif Muhammad NOC Indonesia.jpg
Namun, realitas modern menuntut pendekatan baru, terutama lantaran banyak atlet di beragam negara nan kesulitan mendapatkan support finansial dari pemerintah mereka dan tidak semuanya cukup beruntung untuk menggaet sponsor besar.
"Hibah ini bakal tersedia bagi setiap Olympian -sebutan atlet nan tampil di Olimpiade Bukan hanya untuk para pemenang medali. Bukan hanya untuk atlet dari negara tertentu. Semua Olympian. Karena, meski perjalanan setiap atlet berbeda, setiap Olympian telah berkorban demi bisa mencapai panggung Olimpiade,” jelas Gasol, mengutip dari New Straits Times, Jumat (26/6/2026).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·