Jutaan Ulat Bulu 'Serang' Jantung Raksasa Eropa, Warga Mulai Frustasi!

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Wabah ulat bulu rawan sedang meluas di seluruh wilayah Ibu Kota Jerman, Berlin. Serangan (benih)penyakit ini memaksa penutupan sejumlah akomodasi umum dan memicu peringatan kesehatan di taman kota hingga area pemukiman warga.

Mengutip Rusia Today, jenis ulat nan menyerang tersebut adalah ulat prosesi ek. Ulat ini merupakan (benih)penyakit pemakan pohon nan dipenuhi bulu menyengat nan sangat beracun.

Pihak berkuasa dan pengelola taman telah mengeluarkan peringatan di seluruh Berlin dan Potsdam pada Senin, (08/06/2026). Mereka menutup area nan terinfeksi secara ketat. Fasilitas olahraga hingga jalur pejalan kaki juga ditutup untuk sementara waktu.

"Wilayah nan mengalami akibat paling parah adalah Charlottenburg-Wilmersdorf dan Treptow-Köpenick. Distrik Steglitz-Zehlendorf dan Spandau juga mengalami kondisi serupa. Wilayah-wilayah tersebut mempunyai banyak jalanan dan taman nan dipenuhi pohon ek," ujar laporan itu.

Mengutip harian B.Z., ulat berbisa ini juga telah menyebar ke seluruh area perumahan Jungfernheide. Kawasan perumahan tersebut dihuni oleh lebih dari 11.000 warga. Ulat ini merayap dan menempel di tembok gedung serta mobil milik warga. Hama ini juga menginfeksi kusen pintu hingga pagar pembatas dan tiang lampu.

Secara ilmiah (benih)penyakit ini dikenal sebagai Thaumetopoea processionea. Ulat dari jenis ngengat ini biasanya muncul antara bulan Mei sampai Juli.

Ngengat dewasa dari jenis ini sebenarnya sama sekali tidak berbahaya. Namun ulatnya mempunyai ratusan ribu bulu berbisa berukuran mikroskopis. Bulu berbisa tersebut dapat terbang terbawa angin sampai sejauh 200 meter.

Bulu ini bisa menyebabkan ruam kulit dan iritasi mata nan parah. Efek lainnya adalah gangguan pada saluran pernapasan manusia. Pada kasus nan parah paparan bulu ulat ini bisa memicu reaksi alergi nan fatal. Korban apalagi bisa mengalami syok anafilaksis.

Serangan (benih)penyakit ini sebenarnya sudah meluas di Berlin selama bertahun-tahun. Namun para pejabat setempat menyatakan beberapa distrik mengalami lonjakan jumlah pohon nan terserang pada musim panas ini.

Para politisi lokal mengkritik koordinasi antar lembaga pemerintah nan dinilai sangat buruk. Lembaga kesehatan setempat mempunyai kewenangan nan sangat terbatas untuk melakukan intervensi. Hal ini terjadi lantaran ulat tersebut diklasifikasikan sebagai unsur pemicu alergi. Hama ini belum masuk dalam kategori (benih)penyakit kesehatan masyarakat. Di sisi lain patokan perlindungan tanaman membatasi penggunaan biosida tertentu untuk melenyapkan ulat.

Para kritikus mendesak adanya tindakan nyata nan terkoordinasi dari otoritas distrik dan Senat Berlin serta perusahaan perumahan. Langkah nan diminta meliputi perawatan pohon ek nan lebih awal. Mereka juga menuntut pembersihan sarang ulat secara lebih agresif.

Warga nan merasa frustrasi akhirnya meluncurkan sebuah petisi online. Petisi tersebut menuntut rencana perlindungan nan mengikat untuk wilayah Jungfernheide. Gerakan ini telah sukses mengumpulkan lebih dari 4.500 tanda tangan warga.

Pada tahun lampau Departemen Senat Berlin untuk Lingkungan mencatat ada 5.032 pohon ek nan terinfeksi ulat. Ribuan pohon tersebut tersebar di 881 letak di seluruh penjuru kota.

Para mahir memprediksi bahwa pandemi ini bakal menjadi jauh lebih buruk. Cuaca nan hangat dan kering sangat mendukung penyebaran ulat tersebut. Badan prakiraan cuaca memperkirakan kondisi musim panas kali ini bakal menjadi lebih panas dan lebih kering daripada rata-rata di Jerman dan Eropa Tengah.

Hama rawan ini rupanya tidak hanya melanda wilayah Jerman saja. Ulat prosesi ek ini telah menetap di sebagian besar wilayah Eropa lainnya. Hama ini telah tercatat menyebar mulai dari Belanda dan Prancis hingga Denmark dan area Laut Tengah.

Spesies ini secara tidak sengaja masuk ke wilayah Inggris pada tahun 2006 nan lalu. Saat ini (benih)penyakit tersebut telah menetap di wilayah London Raya dan sebagian Inggris bagian tenggara. Kondisi ini memicu peringatan resmi dari pemerintah Inggris pada hari Sabtu. Pemerintah mengimbau masyarakat dengan sangat mendesak agar tidak menyentuh serangga tersebut alias sarangnya.

(tps/tps)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News