Julian Nagelsmann dilaporkan mundur sebagai pembimbing Timnas Jerman.(Dok. Get German Football)
KEGAGALAN tragis tim nasional Jerman di Piala Dunia 2026 memicu guncangan dahsyat di bangku kepelatihan. Julian Nagelsmann dilaporkan telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah Der Panzer tersingkir secara mengejutkan di babak 32 besar oleh Paraguay.
Laporan dari sejumlah media ternama Jerman, termasuk Bild dan Sky Germany, menyebut bahwa Nagelsmann telah menyetujui permintaan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) untuk mengakhiri kerja sama lebih awal. Padahal, pembimbing berumur 38 tahun tersebut sejatinya tetap terikat perjanjian hingga berakhirnya Euro 2028.
Pertemuan di Frankfurt dan Tawaran Pesangon
Keputusan besar ini diambil setelah Nagelsmann menjalani pertemuan intensif selama nyaris tiga jam di markas besar DFB di Frankfurt pada Kamis waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, petinggi federasi dilaporkan menawarkan paket pesangon nan cukup besar untuk memuluskan proses perpisahan.
DFB disebut bersedia bayar sekitar 7 juta euro alias setara dengan Rp123 miliar (asumsi kurs 1 euro = Rp17.600), nan merupakan nilai penghasilan satu tahun Nagelsmann. Langkah ini diambil agar transisi kepemimpinan di tubuh timnas Jerman dapat melangkah sigap sebelum kualifikasi turnamen berikutnya dimulai.
Jika proses manajemen ini rampung, Nagelsmann bakal menjadi pembimbing kedua nan diberhentikan alias mundur akibat performa jelek dalam tiga tahun terakhir, menyusul nasib serupa nan dialami Hansi Flick pada 2023.
Tren Negatif Jerman di Turnamen Mayor
Kandasnya Jerman di babak 32 besar Piala Dunia 2026 memperpanjang catatan kelam sepak bola mereka di panggung dunia. Sejak mengangkat trofi Piala Dunia 2014 di Brasil, Jerman seolah kehilangan taringnya dan belum pernah lagi memenangi satu pun pertandingan di fase gugur turnamen tersebut.
Rentetan kegagalan tersebut meliputi:
- Piala Dunia 2018 (Rusia): Tersingkir di fase grup.
- Piala Dunia 2022 (Qatar): Kembali kandas melewati fase grup.
- Piala Dunia 2026: Kandas di babak 32 besar oleh Paraguay.
Juergen Klopp Jadi Kandidat Utama
Mundurnya Nagelsmann langsung memunculkan nama Juergen Klopp sebagai kandidat terkuat untuk menakhodai tim nasional. Klopp, nan saat ini menjabat sebagai Kepala Global Sepak Bola di Red Bull setelah meninggalkan Liverpool pada 2024, tetap menjadi sosok paling terkenal di mata publik Jerman.
Meski baru memulai peran barunya di Red Bull, sejumlah laporan menyebut adanya klausul unik dalam perjanjian Klopp nan memungkinkan dirinya menerima tawaran melatih timnas Jerman. Selama gelaran Piala Dunia 2026, laki-laki berumur 59 tahun itu juga tetap dekat dengan atmosfer timnas melalui perannya sebagai analis pertandingan di televisi Jerman.
Klopp sendiri sebelumnya tetap bersikap diplomatis mengenai spekulasi ini. "Saya mengerti jika nama saya dikaitkan dengan posisi pembimbing tim nasional. Namun sekarang bukan waktu nan tepat untuk membicarakannya, terutama dari saya," ujarnya dalam sebuah kesempatan baru-baru ini.
Kini, dengan bangku pembimbing nan segera kosong, tekanan publik agar DFB segera merayu Klopp diprediksi bakal semakin menguat demi mengembalikan kejayaan sepak bola Jerman. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·