Gubernur Kaltara Harap LCC Empat Pilar MPR RI Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta -

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A. Paliwang membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

Sebanyak sembilan sekolah mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara, setelah melalui proses seleksi nan diikuti 40 peserta. Kesembilan sekolah tersebut adalah SMAN 1 Nunukan, SMAN 3 Tarakan, SMAN 1 Tarakan, SMAN 1 Tanjung Selor, SMAN 1 Sebatik Tengah, SMAN 2 Tarakan, SMAN TU 1 Tana Tidung, SMAN 8 Malinau, dan SMAN 1 Tanjung Palas Timur.

Dalam sambutannya, dia menegaskan bahwa LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara bukan sekadar kejuaraan bagi para pelajar, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air, khususnya di kalangan pelajar Kalimantan Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kehadiran anak-anakku sebagai wakil sekolah merupakan buah dari kerja keras, semangat belajar, serta dedikasi nan patut dibanggakan. Anak-anak telah menunjukkan bahwa pelajar Kalimantan Utara mempunyai tekad untuk berkembang, berkompetisi, dan membawa nama baik daerah. Jadikan kesempatan ini sebagai pengalaman berbobot untuk meningkatkan kapabilitas diri dan menginspirasi pelajar lainnya. Lomba ini merupakan salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat berbangsa dan bernegara sejak usia dini," ujar Zainal saat membuka aktivitas Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Utara nan berjalan di Hotel Tarakan Plaza, Sabtu (25/7/2026).

Melalui LCC Empat Pilar, menurut Zainal, para pelajar diajak untuk memahami nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, aktivitas ini juga menjadi sarana untuk mengasah keahlian berpikir kritis, kerja sama, sportivitas, serta kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya mau menegaskan bahwa Empat Pilar MPR RI, ialah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai corak negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, bukanlah sekadar materi nan dihafalkan untuk memenangkan perlombaan," kata Zainal.

"Nilai-nilai tersebut kudu dipahami secara utuh, dihayati maknanya, dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Di sanalah letak kekuatan bangsa Indonesia, ialah ketika nilai-nilai luhur tersebut menjadi pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak," tambahnya.

Di tengah perkembangan era nan dinamis, kata Zainal, pendidikan karakter mempunyai kedudukan nan sama pentingnya dengan prestasi akademik. Bangsa nan besar tidak hanya memerlukan generasi nan pandai secara intelektual, tetapi juga mempunyai integritas, rasa cinta tanah air, semangat gotong royong, dan tanggung jawab terhadap bangsa.

Apalagi, generasi muda saat ini merupakan generasi nan bakal menentukan sukses alias tidaknya cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Pada saat itu, Indonesia bakal memasuki era bingkisan demografi, ketika jumlah masyarakat usia produktif mendominasi.

"Ini merupakan kesempatan emas andaikan dipersiapkan dengan baik melalui pendidikan nan berkualitas, pembinaan karakter, dan penguatan ideologi kebangsaan. Sebaliknya, andaikan tidak dikelola dengan baik, bingkisan demografi justru bakal menjadi beban pembangunan," ujarnya.

Zainal juga menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.

"Indonesia mempunyai keragaman suku, agama, budaya, bahasa, dan budaya istiadat nan menjadi kekayaan bangsa. Keberagaman tersebut bukan argumen untuk terpecah belah, tetapi merupakan modal sosial nan kudu dirawat melalui semangat persatuan, toleransi, saling menghormati, dan gotong royong. Persatuan dalam keberagaman merupakan kekuatan utama nan telah mengantarkan bangsa ini melewati beragam tantangan," kata Zainal.

Menurutnya, perihal tersebut menjadi semakin krusial bagi Kalimantan Utara sebagai provinsi nan berada di wilayah perbatasan negara. Kalimantan Utara mempunyai posisi nan sangat strategis dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan negara.

Di sisi lain, Kaltara juga dihuni oleh masyarakat nan berasal dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang. Karena itu, Kaltara memerlukan generasi nan tidak hanya unggul dan berkekuatan saing, tetapi juga mempunyai wawasan kebangsaan nan kuat, bisa menjaga harmoni sosial, serta menjadikan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Anak-anakku, jadikanlah kejuaraan ini sebagai ruang untuk belajar, berganti pengalaman, memperluas persahabatan, dan mempererat persaudaraan pelajar dari beragam wilayah di Kalimantan Utara. Menang alias kalah bukanlah tujuan akhir. Jauh lebih krusial adalah tumbuhnya semangat untuk terus belajar, saling menghargai, bekerja sama, serta menjadi pribadi nan semakin baik dari hari ke hari," ujarnya.

Zainal berambisi LCC Empat Pilar MPR RI dapat melahirkan generasi muda Kalimantan Utara nan pandai dan berkarakter, mempunyai wawasan kebangsaan nan kuat, serta siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

"Semoga dari arena ini lahir generasi muda Kalimantan Utara nan cerdas, berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan," harapnya.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News