Jukir Lansia Selamatkan Rp3,6 M di Brebes Bakal Diajak Umrah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jukir Lansia Selamatkan Rp3,6 M di Brebes Bakal Diajak Umrah AKSI heroik Kusmiah, 65, ahli parkir/jukir lansia asal Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah  berbuah manis. Perempuan sederhana itu bakal diberangkatkan umrah oleh Kli Kusmiah (busana merah) diapit Kliwon Alwawan dan isterinya.(MI/SUPARDJI RASBAN)

AKSI heroik Kusmiah, 65, ahli parkir/jukir lansia asal Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah  berbuah manis. Perempuan sederhana itu bakal diberangkatkan umrah oleh Kliwon Alwawan, korban percobaan pencurian Rp3,6 miliar nan dia selamatkan.  

Air mata Kusmiah menetes saat Kliwon berbareng istri mendatangi rumahnya Kamis (18/6/26) petang. Pertemuan nan disaksikan Kades Bojong Tasdik itu menjadi momen Kusmiah seperti mimpi, dirinya diajak ke Tanah Suci.  

"Saya orang tidak punya, ini seperti mimpi. Tidak menyangka bakal diajak umrah," tutur Kusmiah sembari menyeka air mata.  

Masih Trauma, Hanya Beri Rp100 Ribu  

Kliwon mengaku sengaja bersilaturakhim untuk berterima kasih langsung. Kliwon tetap ingat betul detik-detik duit tunainya nan baru diambil dari bank nyaris dibawa kabur komplotan pemecsh kaca mobil

"Waktu itu saya syok, panik, gemetar. Tidak bisa ngomong apa-apa," ujar Kliwon.  

Kliwon pun menjelaskan soal duit Rp100 ribu nan sempat diberikan ke Kusmiah. Menurutnya, saat itu  masih terpukul sehingga tak sempat berpikir memberi lebih.  

"Bukan berfaedah saya hanya mau memberi Rp100 ribu. Saya dan family merasa ditolong dengan sangat ikhlas. Bu Kusmiah tidak kenal kami, tapi berani ambil akibat demi membantu orang lain," jelas Kliwon.

12 Km Sehari demi Nafkahi Keluarga  

Di kembali kisah heroiknya, hidup Kusmiah sungguh sangat sederhana.

Sejak suaminya meninggal beberapa tahun lalu, Kusmiah kudu berjuang sendiri sebagai jukir di Jalan Ahmad Yani Brebes.  

Saban hari dia menempuh 12 km dari rumah ke tempat kerja. Tak jarang melangkah kaki dulu sebelum menumpang kendaraan nan lewat. Dalam usianya nan senja dia tetap bekerja menjadi ahli parkir nyambi berdagang minuman demi menafkahi anak dan kebutuhan harian.  

"Saya tetap menafkahi anak saya. Makanya saya selalu berambisi diberi kesehatan," ucap Kusmiah.

Kliwon menuturkan, sehari setelah kejadian dia langsung meminta sang adik mencari alamat Kusmiah. Kliwon berkeinginan menemui wanita nan tanpa pamrih berteriak meminta pertolongan penduduk saat memandang tindakan kejahatan.  

Bagi Kusmiah, keberaniannya waktu itu bukan lantaran mengharap imbalan, tapi dilakukan secara spontan. Namun siapa sangka, teriakan itu justru mengubah nasibnys.  

Dari apresiasi Polres Brebes, support masyarakat, hingga rencana umrah dari korban nan diselamatkannya. Di rumah sederhananya, air mata Kusmiah nan menetes bukan lagi lantaran sulitnya hidup, melainkan syukur.  

Setelah puluhan tahun bekerja sebagai ahli parkir nan lazimnya merupakan pekerjaan lelaki, Kusmiah sekarang memendam angan baru: suatu hari dapat mengitari Ka'bah untuk tawaf.

"Insyaallah jika diberi umur panjang dan kesehatan, saya mau sekali sujud di sana. Terima kasih Pak Kliwon, ini nikmat nan luar biasa," pungkas Kusmiah. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia