Jonatan Christie(MI/Ramdani)
PEBULU TANGKIS Jonatan Christie menjaga asa tuan rumah untuk meraih gelar juara setelah memastikan tiket final BWF World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu.
Jojo, sapaan berkawan Jonatan Christie, kudu melalui pertarungan tiga gim sebelum mengalahkan wakil Thailand Panitchaphon Teeraratsakul dengan skor 16-21, 21-10, 21-12 dalam pertandingan berdurasi 58 menit.
Kemenangan itu membikin Jonatan tinggal selangkah lagi untuk mengakhiri penantian panjang tunggal putra Indonesia di turnamen kandang. Terakhir kali tunggal putra Indonesia menjuarai Indonesia Open terjadi pada 2012 melalui Simon Santoso.
Langkah Jonatan menuju final tidak mudah. Pada gim pertama, Jojo sempat kesulitan membaca kecepatan Panitchaphon nan langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan.
Jonatan sempat unggul 1-0, tetapi Panitchaphon merespons dengan permainan sigap dan garang untuk menjauh 7-1. Wakil Thailand itu banyak mengandalkan smes menyilang ke sisi forehand Jonatan, sekaligus memaksa Jojo berada dalam tekanan.
Saat tertinggal 2-9, Jonatan mencoba keluar dari tekanan dengan memperbanyak permainan di depan net dan mengombinasikannya dengan bola-bola lob. Strategi itu sempat membuahkan hasil lantaran Panitchaphon mulai melakukan beberapa kesalahan sendiri.
Jonatan perlahan mendekat hingga 8-9, tetapi Panitchaphon tetap bisa menjaga kelebihan 11-9 saat interval. Setelah jeda, Jonatan tetap berupaya memperlambat tempo permainan agar tidak terseret pola sigap lawan.
Namun, beberapa pengembalian nan tidak sempurna membikin Jonatan kehilangan momentum. Bola-bola tanggung nan diberikan kepada Panitchaphon juga kerap langsung dihukum menjadi serangan. Gim pertama pun menjadi milik Panitchaphon dengan skor 21-16.
Memasuki gim kedua, Jonatan mulai menemukan ritme permainan. Panitchaphon tetap berupaya memainkan tempo cepat, tetapi Jonatan lebih sabar dalam mengatur reli dan memaksa musuh terlibat dalam adu pukulan di depan net.
Dari tertinggal 1-3, Jonatan berbalik unggul 6-3 setelah merebut lima poin beruntun. Ia makin nyaman mengendalikan permainan, sementara Panitchaphon mulai kehilangan ketepatan dalam mengarahkan pukulan.
Jonatan unggul 11-8 saat interval gim kedua. Setelah jeda, Panitchaphon mencoba bermain lebih sabar, tetapi perubahan itu justru memberi ruang bagi Jonatan untuk mengatur tempo sesuai keinginannya.
Jojo semakin menjauh setelah pukulan-pukulan Panitchaphon mulai melebar. Dalam posisi tertinggal jauh, wakil Thailand itu terlihat kesulitan keluar dari tekanan. Jonatan pun menutup gim kedua dengan skor telak 21-10.
Momentum kemudian sepenuhnya beranjak ke tangan Jonatan pada gim penentuan. Ia tidak terburu-buru menyerang meski beberapa kali mempunyai kesempatan untuk menekan. Jonatan memilih bermain lebih aman, menahan reli, dan tidak memberi ruang bagi Panitchaphon untuk kembali menemukan permainan cepatnya.
Jonatan unggul 11-7 saat interval gim ketiga. Panitchaphon sempat mendekat setelah jeda, tetapi Jonatan tetap tenang dan kembali memperlebar jarak melalui ragam pukulan nan membikin lawannya jatuh bangun.
Drive menyilang Jonatan ke sisi backhand Panitchaphon membuatnya unggul 16-11. Setelah itu, tekanan makin berada di pihak pemain Thailand tersebut. Beberapa smes keras Panitchaphon bisa dikembalikan Jonatan, membikin lawannya terlihat mulai frustrasi.
Kesalahan Panitchaphon dalam mengembalikan servis akhirnya memastikan kemenangan Jonatan 21-12 pada gim ketiga. Jojo pun kembali menjejak final Indonesia Open dan menjaga angan Indonesia untuk meraih gelar di hadapan publik sendiri.
Di final, Jonatan bakal menghadapi wakil Kanada Victor Lai nan lebih dulu membikin kejutan dengan menyingkirkan unggulan keenam asal Taiwan Chou Tien Chen melalui pertarungan tiga gim 21-19, 19-21, 21-19. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·