Feby Novalius
, Jurnalis-Selasa, 17 Maret 2026 |06:05 WIB

JK mengingatkan adanya akibat besar andaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperlebar. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA — Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan adanya akibat besar andaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperlebar hingga 3 persen.
Menurutnya, semakin besar defisit anggaran, maka beban pembayaran angsuran utang dan kembang juga bakal meningkat. Kondisi tersebut berpotensi membikin porsi utang terhadap anggaran semakin besar dan dapat membahayakan keberlanjutan fiskal nasional.
“Semakin besar defisit juga ada risikonya, ialah pembayaran angsuran dan kembang makin tinggi. Jadi, persentase utang terhadap anggaran makin besar. Kalau utang makin besar, bisa maksimum 40 persen, apalagi mencapai 50 persen. Itu sangat rawan bagi keberlanjutan,” kata JK.
Meski demikian, dia menilai dalam kondisi ekonomi saat ini pemerintah susah menjaga defisit tetap di bawah 3 persen, terutama jika nilai minyak bumi naik sehingga subsidi daya ikut meningkat.
JK menilai kenaikan nilai minyak dan beban subsidi bakal membikin defisit semakin melebar. Dampaknya, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai pembangunan menjadi semakin terbatas.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·