Jerman Vs Pantai Gading Piala Dunia 2026: Misi Akhiri Kutukan Fase Grup

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Misi Akhiri Kutukan Fase Grup Ilustrasi.(Magnific)

PERSAINGAN menuju fase gugur Piala Dunia 2026 semakin sengit. Dua kekuatan besar dari benua berbeda, Jerman dan Pantai Gading, bakal saling sikut dalam laga kedua Grup E pada Minggu (21/6) pukul 03.00 WIB. Kemenangan dalam laga ini menjadi nilai meninggal lantaran bakal memastikan satu tempat di babak 32 besar.

Der Panzer menatap laga di Toronto dengan modal impresif. Skuad didikan Julian Nagelsmann baru saja melumat tim debutan Curacao dengan skor telak 7-1 pada laga pembuka. Jerman apalagi berkesempatan mengunci status juara grup lebih awal jika bisa menundukkan Pantai Gading dengan catatan Ekuador kandas meraih poin penuh atas Curacao.

Laga ini membawa misi emosional bagi Jerman. Sejak merengkuh trofi juara di Brasil pada 2014, Jerman selalu kandas di fase grup dalam tiga jenis Piala Dunia beruntun. Kemenangan atas wakil Afrika ini bakal menjadi momentum krusial untuk mengakhiri kutukan tersebut.

Kutipan Julian Nagelsmann:
"Kecepatan adalah salah satu kekuatan terbesar mereka. Itu aspek nan paling menonjol dari permainan mereka. Nicolas Pepe bermain di seluruh area lapangan pada pertandingan terakhir."

Waspadai Kecepatan Pantai Gading

Pantai Gading bukan musuh sembarangan. Kemenangan atas Jerman juga bakal langsung meloloskan mereka ke fase gugur. Nagelsmann secara unik menyoroti ancaman dari sektor sayap, terutama Nicolas Pepe nan tampil eksplosif pada laga sebelumnya. Kekuatan bentuk dan transisi sigap The Elephants diprediksi bakal merepotkan lini pertahanan Jerman.

Swedia Tantang Belanda di Houston

Beralih ke Grup F, Swedia berkeinginan melanjutkan tren positif saat menghadapi raksasa Eropa, Belanda, di Houston pada Minggu (21/6) awal hari pukul 00.00 WIB. Tim didikan Graham Potter ini menjadi salah satu kuda hitam nan patut diperhitungkan setelah lolos melalui jalur UEFA Nations League.

Alexander Isak kembali menjadi tumpuan utama. Penyerang berumur 26 tahun itu tampil memukau saat Swedia menghancurkan Tunisia 5-1 dengan torehan satu gol dan dua assist. Potter meyakini Isak tetap mempunyai potensi besar nan belum keluar sepenuhnya di turnamen ini.

Laga Ke-1.000 Sejarah Piala Dunia

Sejarah baru bakal tercipta di Monterrey saat Jepang menghadapi Tunisia pada Minggu (21/6) pukul 11.00 WIB. Pertandingan ini tercatat sebagai laga ke-1.000 sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia.

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, mewaspadai pengaruh kejutan dari Tunisia nan sekarang ditangani Herve Renard. Tunisia melakukan langkah ekstrem dengan mengganti pembimbing setelah Sabri Lamouchi dipecat hanya setelah memimpin satu pertandingan, rekor baru dalam sejarah turnamen. (AFP/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia