Jenazah Nirmal Purja Ditemukan di Ketinggian 5.700 MDPL di Gunung Broad Peak

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Jenazah Nirmal Purja Ditemukan di Ketinggian 5.700 MDPL di Gunung Broad Peak Nirmal Purja(Doc IG Nirmal Purja)

JENAZAH pendaki terkenal asal Inggris-Nepal, Nirmal Purja, berbareng tiga pendaki lainnya telah ditemukan oleh tim darat di Gunung Broad Peak pada ketinggian 5.700 MDPL, salah satu gunung tertinggi di dunia. Mereka menjadi korban dalam tragedi longsor salju nan menimpa ekspedisi internasional beranggotakan 10 orang.

Klub Alpen Pakistan (Alpine Club of Pakistan) pada Minggu (3/8) mengonfirmasi bahwa jenazah nan ditemukan tersebut adalah Nirmal Purja, Wang Zhong, Nima Sherpa, dan Kili Pemba Sherpa. Pihak klub memberikan apresiasi kepada tim penyelamat dari kalangan militer, sipil, serta para relawan nan terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi.

Sebelumnya, pada Jumat, tim penyelamat sukses menemukan empat jenazah lainnya. Namun, hanya tiga jenazah nan sukses dievakuasi, ialah pendaki asal Oman, Nathira Ahmed, pendaki Amerika Serikat Mallory Geis, dan pendaki Nepal Bahadur Gurung. Kondisi cuaca jelek membikin helikopter pencarian dan pengamanan tidak dapat beroperasi.

Tim penyelamat nan didukung militer Pakistan kembali melanjutkan pencarian pada Minggu untuk menemukan dua pendaki nan tetap hilang. Sementara itu, proses pemindahan jenazah Purja dan tiga pendaki lain nan ditemukan oleh tim darat tetap terus dilakukan.

Perusahaan ekspedisi milik Purja pada Sabtu menyampaikan bahwa bumi kehilangan salah satu sosok besar dalam bumi pendakian gunung. Dalam pernyataannya, perusahaan tersebut menyebut Purja sebagai sosok pemimpin nan menginspirasi jutaan orang melalui keberanian, kerendahan hati, serta keyakinannya bahwa keahlian manusia jauh lebih besar dari nan sering dibayangkan.

Presiden Alpine Club of Pakistan, Irfan Arshad Khan, menyebut tragedi tersebut sebagai kehilangan besar bagi organisasi pendaki dunia. Ia memberikan penghormatan kepada seluruh tim penyelamat, termasuk personel militer, penduduk sipil, dan para Sherpa nan berperan-serta dalam operasi pencarian.

Nirmal Purja, Legenda Pendakian Dunia

Ekspedisi tersebut dipimpin oleh Nirmal Purja, mantan tentara Angkatan Darat Inggris kelahiran Nepal nan dikenal luas dengan julukan "Nims Dai".

Purja mencatat sejarah pada 2019 setelah sukses mendaki 14 gunung tertinggi di bumi dalam waktu rekor hanya 189 hari. Prestasi luar biasanya itu kemudian diangkat dalam movie dokumenter Netflix berjudul 14 Peaks: Nothing Is Impossible. Rekornya baru sukses dikalahkan pada 2023.

Sementara itu, family Mallory Geis mengenang sang pendaki sebagai sosok nan penuh sinar dan sangat dicintai family serta teman-temannya.

“Mallory adalah sinar terang nan sangat dicintai oleh family dan teman-temannya. Kepergiannya bakal sangat dirindukan,” ujar pihak family dalam sebuah pernyataan.

Pendakian Terakhir Pemandu Pakistan

Ekspedisi tersebut juga diperkirakan menjadi pendakian terakhir bagi pemandu asal Pakistan, Sohail Sakhi, nan bekerja sama dengan perusahaan wisata petualangan berbasis Pakistan, Moving Mountains.

Selain sebagai pemandu gunung, Sakhi juga dikenal sebagai mahir pengetahuan permukaan bumi dan ahli foto ketinggian nan telah menaklukkan sejumlah puncak besar dunia. Hingga Minggu, jenazahnya tetap belum ditemukan.

Gunung-gunung di wilayah utara Pakistan memang dikenal mempunyai tingkat akibat tinggi bagi para pendaki. Longsoran salju, jatuhan es dan batu, kondisi ketinggian ekstrem, serta perubahan cuaca nan sigap menjadi ancaman utama dalam beragam ekspedisi pendakian.

Tragedi di Broad Peak kembali menjadi pengingat bakal ancaman besar nan dihadapi para pendaki dalam menaklukkan puncak-puncak tertinggi dunia. (Z-4)

Sumber: abcnews

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia