Bogor -
Seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berjulukan Bayu Zulkarnain diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, Cipaku, Bogor Selatan, Jawa Barat, saat melintasi jembatan curam. Polisi mengungkapkan kondisi jembatan nan hanya bisa dilintasi satu kendaraan.
"Jembatan penghubung antara Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan. Jalan pengganti tersebut cukup curam terutama dari arah Cipaku ke Pamoyanan," ujar Kapolsek Bogor Selatan Kompol Ihin Solihin saat dihubungi wartawan, Jumat (14/8/2026).
"Di jembatannya harus bergantian cukup satu sepeda motor saat melintas jembatan tersebut," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompol Ihin mengatakan diperkirakan antara jembatan ke permukaan sungai berjarak 25-30 meter.
"Dari awal turunan ujung jembatan mungkin kurang antar 25 sampai dengan 30 meteran," jelasnya.
Kronologi
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/8) sekitar pukul 19.00 WIB di Cipaku, Bogor Selatan. Saat itu korban melintas sepulang kerja.
"Pulang kerja. Kebetulan pegawai ASN Pemkot Bogor di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, saat dihubungi detikcom, Jumat (14/8).
Korban diduga terjatuh saat melewati jembatan curam. Lokasi ini juga kerap dilintasi korban sehari-hari.
"Ya, jika kronologinya ini kan jika dilihat kan memang jembatan jalur motor ya, memang turunannya ini agak cukup curam. Posisinya hanya kan sehari-hari memang beliau pulang perginya memang melalui jalur jembatan ini," ucapnya.
Tiko menduga, lantaran turunan curam tersebut, korban terjatuh ke sungai. Dugaan dikuatkan dengan kondisi motor tergeletak di atas jembatan, juga tas korban nan melayang-layang di sungai.
"Posisinya mungkin ya, qadarullah. Qadarullah, pada saat kejadian kemarin di posisi turunan ujung jembatan, mungkin ya nan terjatuh seperti itu," tambahnya.
Sementara itu, tas korban ditemukan melayang-layang sejauh 100 meter dari titik terjatuh. Kemudian motor korban berada di atas jembatan dengan posisi tergeletak.
"Motornya ditemukan di atas tergeletak, terus helm dan tasnya itu ada di muka air sekitar 100 meter dari dugaan titik jatuh," jelasnya.
Proses pencarian tetap dilakukan pada hari kedua hari ini. Sebanyak 70 personel dikerahkan dari unsur BPBD, Basarnas, polisi, Damkar, Tagana, juga masyarakat dalam pencarian korban.
Saksikan Live DetikSore:
(dvp/mea)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·