Jemaah asal Aceh sudah Terkonsentrasi di Mekah Menanti Puncak Armuzna

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Jemaah asal Aceh sudah Terkonsentrasi di Mekah Menanti Puncak Armuzna Jemaah haji sedang beragama di Kota Mekah.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

MENANTI puncak haji wukuf di Arafah, Mabit di Muzdalifah, dan bermalam di Mina (Armuzna), sekitar 4.323 jemaah haji embarkasi Aceh sudah diberangkatkan ke Mekah. Kini mereka berbaur dengan para Zuyufurrahman (Tamu Allah) dari beragam bangsa masyarakat bumi. 

Sesuai penelusuran Media Indonesia, 4.323 jemaah asal Serambi Mekah itu, mulai dari kloter 1 Aceh (gelombang pertama) berangkat pada Rabu 6 Mei hingga kloter 11 nan tiba di Jeddah pada Minggu (27/5) sekitar pukul 02.25 WAS (Waktu Arab Saudi). 

Karena jemaah haji dari beragam bagian bumi sudah menuju Tanah Suci Mekah, sekarang kondisi Masjidil Haram dan sekitarnya semakin diramaikan para tamu Allah nan hendak menunggu puncak haji. Baik para jemaah haji nan baru datang dari banyak negara asalnya hingga jemaah nan sudah sebelumnya berada di Kota Madinah, sekarang merapat ke Mekah. 

"Mekah semakin padat. Jelang Armuzna, kondisi kota suci Mekah semakin dipenuhi para zuyufurrahman nan datang dari beragam penjuru dunia. Jemaah Indonesia gelombang pertama nan selama ini berada di Madinah juga sudah mulai memasuki Kota Mekah," tutur Pembimbing Ibadah Haji dari Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) Ibnu Mas'ud Provinsi Aceh, Abdullah AR, melalui Media Indonesia, Senin (18/5). 

Dikatakan Abdullah, keramaian di Kota Mekah sekarang memuncak di sekitar Masjidil Haram. Jutaan umat muslim berkompetisi melaksanakan umrah dan ibadah sunah lainnya. 

Setiap waktu salat rawatib (salat 5 waktu) para jemaah berebut untuk masuk ke Masjidil Haram, meski kudu melangkah kaki dari penginapan dalam radius beberapa kilometer. 

"Sebelum waktu salat pun Masjidil Haram sudah penuh. Jemaah membludak setiap waktu," kata Abdullah nan juga mantan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pidie, Aceh, itu. 

Bukan saja Masjidil Haram, semua masjid di sekitar Baitullah itu diramaikan jemaah haji. Sekitar tempat penginapan alias hotel juga berdempetan jemaah salat. 

"Kepadatan bukan hanya terlihat di Masjidil haram tapi juga memadati masjid-masjid nan ada di seluruh kota, terutama di area penempatan jamaah," tambah Abdullah. 

Penelusuran Media Indonesia, dari jumlah jemaah embarkasi BTJ (Aceh) 5.502, sekitar 4.323 di antaranya telah berada di Arab Saudi. Dari  semua 14 kloter, sedikitnya 11 kloter sudah merapat di Tanah Suci. Sisanya 3 kloter lagi menyusul hingga Rabu, 20 Mei. 

Adapun jumlah jemaah haji Indonesia tahun 2026 sebanyak 221.000. Masing-masing 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah haji khusus. 

Sekitar 160.000 jemaah Indonesia sudah berada di Arab Saudi pada pertengahan Mei 2026. (MR/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia