Ilustrasi(MI/USMAN ISKANDAR)
AKSI akumulasi saham oleh jejeran manajemen kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Kali ini, Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL), Sjafardamsah, tercatat melakukan pembelian sebanyak 2 juta lembar saham Perseroan di pasar reguler.
Transaksi tersebut menjadi sorotan lantaran dilakukan menjelang penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) nan dijadwalkan berjalan pada 29 Juni 2026. Langkah pembelian saham oleh dewan ini dinilai mencerminkan tingkat kepercayaan internal terhadap prospek upaya Perseroan ke depan.
Sebagai pihak nan terlibat langsung dalam pengelolaan perusahaan, manajemen dinilai mempunyai visibilitas nan lebih dalam terhadap kondisi operasional, strategi bisnis, serta beragam agenda korporasi nan tengah disiapkan. Karena itu, setiap tindakan akumulasi saham oleh jejeran dewan kerap menjadi perhatian penanammodal dalam membaca arah sentimen pasar.
Momentum pembelian saham REAL kali ini juga dianggap menarik lantaran berdekatan dengan agenda RUPS nan bakal segera digelar. Forum tersebut bakal menjadi kesempatan bagi Perseroan untuk menyampaikan keahlian tahun kitab 2025 sekaligus arah pengembangan upaya pada periode mendatang.
Sejumlah pelaku pasar menilai RUPS dapat menjadi katalis krusial andaikan Perseroan bisa memaparkan strategi pertumbuhan nan lebih agresif, termasuk optimasi aset, pengembangan lini usaha, serta peningkatan keahlian finansial secara berkelanjutan.
Selain itu, penanammodal juga mulai mencermati agenda penggunaan untung bersih tahun kitab 2025 nan bakal dibahas dalam RUPS. Pasar berambisi Perseroan dapat terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, termasuk melalui potensi pembagian dividen.
Apabila pembagian dividen disetujui dalam RUPS, maka pengedaran kepada pemegang saham berpotensi dilakukan pada Juli 2026 sesuai agenda nan bakal ditetapkan Perseroan. Ekspektasi ini menjadi salah satu sentimen tambahan nan mulai diperhitungkan pelaku pasar, terutama di tengah meningkatnya minat terhadap emiten dengan kombinasi pertumbuhan dan imbal hasil tunai.
Di sisi lain, prospek sektor properti Indonesia pada 2026 dinilai semakin kondusif. Perpanjangan insentif PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 2027, relaksasi LTV/FTV hingga 100%, serta stabilitas inflasi menjadi aspek pendukung daya beli masyarakat. Meski tantangan geopolitik dunia tetap membayangi, sektor properti nasional dipandang memasuki fase percepatan dan stabilisasi setelah melewati fase pemulihan dalam beberapa tahun terakhir.
REAL sendiri menilai momentum tersebut sebagai kesempatan untuk mempercepat ekspansi usaha. Perseroan saat ini berfokus pada optimasi penjualan proyek eksisting Botanical Puri Asri di Depok, sekaligus mempersiapkan pengembangan proyek baru di area Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan Pondok Cabe, Tangerang Selatan nan tetap berada dalam tahap persiapan lahan dan perizinan. Selain itu, REAL juga menjalankan kerja sama operasi (KSO) dengan Riscon Group untuk menggarap proyek perumahan segmen Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Bogor, Jawa Barat.
Tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik, Perseroan juga tengah menjalankan transformasi upaya melalui optimasi aset properti serta penjajakan pengembangan properti digital dan info center. Manajemen menyatakan bahwa pengembangan info center saat ini berada pada tahap persiapan dan pembicaraan intensif dengan calon mitra strategis guna memperkuat posisi Perseroan dalam ekosistem digital dan teknologi nan berkembang pesat.
Untuk tahun 2026, REAL menargetkan penjualan sebanyak 24 unit dari beragam proyek nan tengah dikembangkan. Perseroan juga berfokus memperkuat likuiditas, meningkatkan recurring income, memperluas jaringan kemitraan strategis, serta mengoptimalkan pemasaran melalui pendekatan multichannel guna mempercepat pertumbuhan upaya jangka panjang.
Aksi pembelian 2 juta saham oleh dewan menjelang RUPS dinilai semakin memperkuat sentimen positif terhadap Perseroan. Kombinasi antara akumulasi saham oleh manajemen, prospek sektor properti nan membaik, pengembangan proyek baru, ekspansi ke segmen MBR, transformasi menuju upaya digital melalui info center, serta potensi pembagian dividen membikin REAL kembali menjadi salah satu emiten properti nan layak dicermati penanammodal dalam waktu dekat. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·