
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Bernjamin Netanyahu.
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) telah menahan dan tidak mengungkap teks nota kesepahaman dengan Iran nan dimediasi Pakistan dari Israel menjelang penandatanganan resminya di Jenewa, menurut laporan media dan wartawan Israel. Langkah pemerintahan Presiden Donald Trump ini dipandang sebagai renggangnya hubungan antara pemimpin AS dan Israel nan telah berbeda mengenai kesepakatan perdamaian Iran dan pertempuran di Lebanon.
"Amerika Serikat menolak permintaan Israel untuk memandang Nota Kesepahaman nan baru disepakati sebelum upacara penandatanganan, nan diperkirakan bakal diadakan di Swiss akhir pekan ini," lapor The Jerusalem Post pada Selasa (16/5/2026).
Guy Azriel, koresponden diplomatik dari stasiun televisi Israel i24NEWS, juga mengonfirmasi laporan tersebut.
"Saya sekarang dapat mengonfirmasi bahwa Israel secara resmi meminta akses ke Nota Kesepahaman Iran dan ditolak. Sebuah perkembangan nan luar biasa dan sangat tidak biasa antara sekutu dekat dalam rumor nan sangat krusial bagi keamanan nasional," tulis Azriel di media sosial, sebagaimana dilansir TRT.
Nota Kesepahaman, nan ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, mengakhiri blokade angkatan laut AS dan pembatasan Selat Hormuz Iran sebagai hadiah atas janji Iran untuk tidak menggunakan senjata nuklir.
Ini memulai 60 hari pembicaraan tentang program nuklir Iran dan deeskalasi, dengan pencabutan sanksi.
Harga minyak turun di bawah USD 78 per barel lantaran pasar mengharapkan arus nan lebih bebas, sementara para pemimpin Eropa memuji langkah tersebut dan Iran menyatakan perang telah berakhir—meskipun Israel menyampaikan kekhawatiran tentang akses ke teks tersebut.
Konflik Netanyahu–Trump
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Trump telah berulang kali berbeda mengenai penolakan Israel untuk membatasi pengejarannya terhadap Hizbullah di Lebanon, di mana penghentian permusuhan merupakan tuntutan utama Iran.
Pada awal bulan, Trump menyebut Netanyahu sebagai "orang gila" dalam sebuah panggilan telepon nan penuh amarah, memerintahkannya untuk tidak menyerang Beirut sementara AS sedang berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·