Jelang Muktamar ke-35 NU, Said Aqil Siroj Masuk Bursa Calon Rais Aam PBNU

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Jelang Muktamar ke-35 NU, Said Aqil Siroj Masuk Bursa Calon Rais Aam PBNU Eks Ketum PBNU Said Aqil Siroj.(dok.istimewa)

MANTAN Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj disebut masuk dalam bursa calon Rais Aam PBNU jelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Said Aqil dinilai sebagai sosok nan berilmu dan bisa menyelesaikan dinamika di internal organisasi.

Tokoh Senior NU KH Adnan Anwar menyampaikan bahwa rekam jejak Said Aqil selama memimpin PBNU dalam dua periode menunjukkan keahlian kepemimpinan nan stabil serta minim guncangan internal.

"Setahu saya, dalam dua periode (Ketua Umum PBNU), Pak Said itu relatif aman. Nggak ada masalah. Artinya Pak Said itu figur nan konsolidator. Sosok nan pengalaman, kemudian beliau juga berinteraksi dengan masalah geopolitik," ujar Adnan dalam keterangannya, Selasa (25/8).

Adnan menguraikan bahwa Said Aqil dikenal aktif turun langsung ke lapangan guna memediasi dan meredakan beragam polemik, salah satunya saat meredam perdebatan mengenai nasab Ba'alawi di tengah masyarakat.

Menurut Instruktur Nasional Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) tersebut, style kepemimpinan nan komunikatif membikin beragam persoalan bagian dapat diselesaikan tanpa memicu perpecahan di dalam tubuh organisasi.

Ketika membandingkan dengan nama-nama lain nan turut masuk dalam bursa bursa kepemimpinan seperti KH Ma'ruf Amin dan KH Miftachul Akhyar, Adnan memberikan catatan unik terhadap dinamika di era KH Miftachul Akhyar.

Ia menilai masa kepemimpinan Kiai Miftachul sempat diwarnai perselisihan internal hingga tindakan saling pecat dengan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, sebuah tradisi nan dinilainya sangat jarang terjadi dalam sejarah PBNU.

"Kalau memecat, kebahayaannya kan personifikasi individu. Seolah-olah NU itu menjadi urusan individu. Peristiwa pecat-memecat itu jarang terjadi. Di sepanjang kami di PBNU dulu ya, tidak ada pecat-memecat," kata Kiai Adnan. (Faj/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia