
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
SEPANG – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, menutup rangkaian tes pramusim MotoGP 2026 di Sepang, Malaysia dengan catatan positif. Meski menunjukkan potensi besar dengan motor spesifikasi terbaru, pembalap Italia nan berkawan disapa Pecco ini mengakui adanya hambatan teknis nan muncul saat simulasi balap Sprint, sekaligus menjelaskan alasannya tidak terlalu mengejar catatan waktu tercepat.
1. Masalah Ban Depan
Meskipun Bagnaia sukses mengungguli rekan setimnya, Marc Marquez, dalam simulasi Sprint sepanjang 10 putaran, performanya belum menjadi nan tercepat di antara penunggang Ducati lainnya. Alex Marquez dari tim Gresini Racing justru tampil lebih tajam dengan selisih waktu 1,385 detik lebih sigap dari catatan Bagnaia.
Bagnaia secara terbuka mengidentifikasi penurunan performa nan dia alami di penghujung simulasi tersebut.
“Terkait simulasi Sprint, semuanya melangkah lancar. Namun, saya mengalami sedikit kehilangan (kecepatan) di tiga putaran terakhir. Saya agak kesulitan menjaga konsistensi dengan ban depan, dan kami sedang berupaya memahami apa nan bisa saya lakukan lebih baik,” jelas Bagnaia, dikutip dari Crash, Jumat (12/2/2026).
Meski ada kehilangan tersebut, Bagnaia tetap merasa puas dengan progres pengembangan perangkat dan performa keseluruhan motor GP26 miliknya.
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia berbareng motor baru jelang MotoGP 2026 (Foto: X/@ducaticorse)
2. Fokus Pengembangan
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana Bagnaia sering memuncaki tabel waktu, rider asal Italia itu kali ini kudu puas mengakhiri tes di posisi kelima. Ia mengaku mengubah strateginya tahun ini dengan tidak terlalu memaksakan diri melakukan time attack demi mendapatkan satu putaran ajaib.
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·