Layanan bus shalawat, kendaraan nan mengantarkan jemaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram, dihentikan sementara menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Layanan itu dihentikan pada 22 Mei pukul 18.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman, mengimbau para jemaah untuk menyesuaikan aktivitas ibadah mereka dengan kebijakan ini.
"Kami mengimbau jemaah untuk beragama di musala alias masjid di sekitar hotel saja. Karena penghentian ini bertepatan dengan hari Jumat, sebaiknya jemaah tidak memaksakan diri untuk tetap salat di Masjidil Haram," ujar Syarif di Kantor Daker Makkah, Rabu (20/5) malam.
Layanan bus shalawat baru bakal kembali beraksi normal setelah fase Armuzna, tepatnya pada 14 Dzulhijjah alias 31 Mei mulai pukul 01.00 WAS.
Bagi jemaah gelombang pertama, khususnya kloter-kloter awal nan bakal segera kembali ke Tanah Air setelah fase Armuzna, PPIH memastikan jasa bus shalawat siap memfasilitasi kebutuhan ibadah mereka.
Jemaah bisa memanfaatkan bus shalawat untuk melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada'. Dengan adanya jasa ini, jemaah tidak perlu melangkah kaki jauh alias mengeluarkan biaya ekstra untuk naik taksi.
"Sekali lagi, kita bakal berikan (layanan bus) kepada jemaah nan bakal melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Wada'," tegas Syarif.
Syarif juga menjelaskan bahwa PPIH telah mengantisipasi kehadiran kloter akhir nan diperkirakan tiba di Makkah mendekati pemisah waktu penutupan. Pihaknya telah mengantongi izin dari Naqabah (otoritas transportasi Arab Saudi) untuk menyiapkan armada unik umrah wajib bagi kloter akhir nan tiba pada 22 Mei.
Disiapkan sekitar 30 armada bus, jumlah nan dinilai cukup untuk melayani sekitar 6 hingga 10 kloter terakhir. Armada dibagi menjadi dua model, ialah bus biasa dan bus unik lansia nan ramah bagi jemaah pengguna bangku roda.
"Jemaah tidak perlu risau lantaran kami telah menyiapkan bus untuk umrah wajib mereka," tambah Syarif.
Untuk kelancaran pemulangan dan mobilisasi, petugas menyiapkan opsi penggunaan terminal operasional. Jika situasi memungkinkan, ada 3 terminal nan bakal disiagakan ialah Terminal Syib Amir, Terminal Jiad (Ajyad), dan Terminal Jabal Ka'bah.
Namun, jika kondisi di lapangan tidak memungkinkan akibat kepadatan lampau lintas, petugas telah mengusulkan izin unik agar Terminal Syib Amir disiagakan secara unik untuk melayani kepulangan kloter-kloter terakhir tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·