Jelang 1 Muharram, Ini Karya Waskita untuk Perluasan Mataf Masjidil Haram

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah membangun sejumlah prasarana di area Timur Tengah. Salah satu nan paling monumental ialah pembaharuan area terbuka nan mengelilingi Ka'bah alias mataf di Masjidil Haram, Mekah.

Konstruksi nan dikerjakan pada 2013 tersebut merupakan bagian dari ekspansi King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi. Pengerjaan itu bermaksud agar dapat menampung lebih banyak orang, sehingga para jemaah bisa beragama lebih tenang dan nyaman selama di sana.

"Sebelumnya mataf hanya dapat menampung 48 ribu jemaah, namun setelah direnovasi bisa memuat hingga lebih dari 105 ribu jemaah. Perluasan mataf ini bagi Waskita bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi bentuk komitmen kami dalam menghadirkan prasarana nan berfaedah bagi bumi internasional," ujar Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita dalam keterangan keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya saat musim haji, Masjidil Haram selalu dipadati umat Muslim dari seluruh bumi nan mau beragama sekaligus memandang alias menyentuh Ka'bah secara langsung. Pada malam 1 Muharram 1448 Hijriah (H) nan jatuh pada 16 Juni 2026, jemaah juga bisa menyaksikan pergantian kiswah alias kain penutup Ka'bah.

Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan, pergantian kiswah nan sebelumnya dilakukan setiap 9 Dzulhijjah dipindah ke 1 Muharram. Perubahan ini dilakukan guna menyambut datangnya Tahun Baru Islam dengan tampilan Ka'bah nan baru dan bersih.

"Kontribusi Waskita Karya pada pembangunan area suci nan menjadi pusat orientasi ibadah umat Islam bumi merupakan manifestasi dan kompetensi, kredibilitas, dan daya saing Perseroan dalam industri bangunan global," tuturnya.

"Pencapaian ini semakin memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan bangunan terkemuka dengan portofolio nan mencakup gedung gedung, akomodasi publik, prasarana konektivitas, transportasi udara, serta prasarana sumber daya air di beragam wilayah," sambung Ermy.

Mataf pun bukan satu-satunya proyek nan telah sukses dirampungkan Waskita Karya di Arab Saudi. Ada pula pengerjaan King Saud Fitness College pada 2011 dengan nilai perjanjian sebesar 16 juta riyal.

"Lalu King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi," ungkap Ermy.

Kemudian pada 2010-2012, Waskita Karya juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD) nan terdiri dari 31 lantai. Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah juga bagian dari hasil karya Perseroan.

Ke depannya, Waskita Karya bakal terus memperkuat daya saing dunia melalui inovasi, kelebihan operasional, tata kelola perusahaan nan baik, serta pengembangan kapabilitas sumber daya secara berkelanjutan. Dia mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan bangunan nan adaptif, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kontribusi pada beragam proyek strategis di pasar internasional.

"Arab Saudi merupakan salah satu pasar prioritas dalam strategi pertumbuhan internasional Waskita Karya. Keberadaan Perseroan secara resmi di negara tersebut nan didukung perizinan operasional nan lengkap, mencerminkan kesiapan Waskita Karya untuk bersaing dan bekerja-sama dalam beragam proyek bangunan bergengsi dunia, sekaligus memperkuat posisi Perseroan sebagai perusahaan bangunan Indonesia nan berkekuatan saing global," tutupnya.


(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance