Jawaban Lomba Cerdas Cermat Viral di Medsos, MPR Evaluasi Penilaian

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

MPR RI buka bunyi mengenai viralnya video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Sekjen MPR RI Siti Fauziah mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat mengenai dinamika dalam perlombaan tersebut.

Dalam video nan beredar dilihat Senin (11/5/2026), juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban nan sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban mengenai proses pemilihan personil BPK.

Namun, jawaban serupa nan disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri nan sama, ialah Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

MPR pun buka bunyi mengenai video viral tersebut. Siti mengaku memahami aktivitas pendidikan dan pembinaan generasi muda kudu menjunjung tinggi sportivitas dan objektivitas.

"MPR RI memahami bahwa aktivitas pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, kudu menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran nan konstruktif," kata Siti dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Dia menyebut panitia pelaksana saat ini tengah melakukan penelusuran internal mengenai penilaian jawaban peserta. Pihaknya memastikan bakal melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap aspek teknis penyelenggaraan lomba.

"Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal," ujarnya.

"MPR RI bakal melakukan pertimbangan menyeluruh terhadap aspek teknis penyelenggaraan lomba, termasuk sistem penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar penyelenggaraan aktivitas serupa ke depan dapat berjalan semakin baik, transparan, dan akuntabel," sambungnya.

Dia juga mengapresiasi semua pihak nan terus memberikan perhatian terhadap aktivitas tersebut. Dia mengatakan aktivitas pandai jeli itu selama ini dilaksanakan di beragam wilayah sebagai ruang edukasi.

"Masukan publik bakal menjadi bahan pertimbangan krusial demi menjaga kualitas aktivitas dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan nan inklusif, edukatif, dan berintegritas," tuturnya.

"Sekretariat Jenderal MPR RI mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif, menghormati seluruh peserta didik," imbuh dia.

(amw/maa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News