Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik dalam Penurunan Pengangguran

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) sukses meraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran (TPT) dalam arena Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali nan digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Atas capaian tersebut, Pemprov Jatim tidak hanya menerima penghargaan, tetapi juga mendapatkan insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat sebagai corak apresiasi atas keberhasilan menjalankan program pembangunan nan berakibat nyata bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, (Menko Polkam), Djamari Chaniago kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai menerima penghargaan, Khofifah mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian nan diraih Jatim. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja berbareng seluruh elemen, mulai pemerintah daerah, bumi upaya hingga bumi industri dalam menurunkan nomor pengangguran.

Tak hanya itu capaian tersebut menurutnya juga merupakan hasil upaya pencapaian banyak poin parameter keahlian utama pemerintah provinsi Jatim nan selama ini dijalankan melalui Nawa Bhakti Satya.

"Alhamdulillah, untuk penurunan nomor pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, bumi upaya serta bumi industri," ujar Khofifah dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Hal itu dia katakan usai menerima penghargaan tersebut di Yogyakarta Marriott Hotel, Kamis (4/6) malam.

Menurut Khofifah, capaian tersebut merupakan hasil dari beragam upaya pembangunan nan dijalankan secara berkepanjangan melalui program-program prioritas Pemprov Jatim, termasuk penguatan kualitas sumber daya manusia, ekspansi kesempatan kerja, peningkatan investasi, serta penguatan kerjasama antara bumi pendidikan dan bumi kerja.

Keberhasilan tersebut tercermin dari info Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim nan mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Februari 2026 sebesar 3,55 persen, turun dibandingkan Februari 2025 nan sebesar 3,61 persen. Angka tersebut juga jauh lebih baik dibandingkan rata-rata nasional nan berada pada level 4,68 persen.

Bahkan dalam lima tahun terakhir, tingkat pengangguran di Jatim menunjukkan tren penurunan nan konsisten, dari 5,17 persen pada Februari 2021 menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.

Khofifah menambahkan, salah satu aspek krusial nan berkontribusi terhadap penurunan nomor pengangguran tersebut adalah semakin kuatnya keterhubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan bumi kerja. Secara khusus, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menunjukkan perkembangan nan sangat positif dalam penyerapan tenaga kerja.

"Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan bumi upaya dan bumi industri semakin efektif," tutur Khofifah.

Data BPS menunjukkan bahwa TPT lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen pada Februari 2026, dari 5,87 persen pada Februari 2025. Dengan capaian tersebut, lulusan SMK tidak lagi menjadi golongan penyumbang pengangguran tertinggi di Jatim.

Khofifah menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari beragam program nan dijalankan Pemprov Jatim dalam memperkuat sinergi antara sekolah vokasi, lembaga training kerja, bumi usaha, bumi industri, dan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui program link and match, training berbasis kompetensi, magang industri, hingga ekspansi akses penempatan tenaga kerja di dalam maupun luar negeri.

"Upaya membuka kesempatan kerja terus kami lakukan melalui kerjasama dengan bumi usaha, bumi industri, dan perguruan tinggi. Bahkan saat ini Jawa Timur telah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan 13 negara tujuan, termasuk membuka kesempatan kerja luar negeri bagi lulusan SMK," ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada tahun 2026 sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan lembaga kursus dan training (LKP) mengikuti program magang dan kesempatan kerja luar negeri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.617 peserta telah lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan bahwa lulusan SMK dan lembaga training kerja di Jatim semakin kompetitif dan bisa bersaing di pasar kerja global.

Selain tingkat pengangguran nan terus menurun, kualitas pasar kerja Jatim juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Jatim meningkat menjadi 74,78 persen, alias naik 0,53 persen poin dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah masyarakat bekerja mencapai 24,25 juta orang, bertambah sekitar 388 ribu orang dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

Khofifah menegaskan bahwa penghargaan dan insentif fiskal nan diterima bakal menjadi motivasi untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja di Jatim.

"Insentif fiskal nan diberikan pemerintah pusat bakal kami optimalkan untuk memperkuat program-program pembangunan nan berakibat langsung bagi masyarakat, terutama peningkatan kualitas SDM, pengembangan kewirausahaan, ekspansi kesempatan kerja, dan penguatan ekosistem investasi nan bisa menyerap tenaga kerja secara luas," tegasnya.

Lebih lanjut, Khofifah menilai bahwa tantangan ketenagakerjaan ke depan bakal semakin kompleks sehingga memerlukan kerjasama dan penemuan nan semakin kuat dari seluruh pemangku kepentingan.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ketenagakerjaan. Kolaborasi dan penemuan kudu terus diperkuat agar kesempatan kerja semakin terbuka dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat," katanya.

Di akhir, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak nan selama ini menjadi bagian dari keberhasilan Jatim menurunkan nomor pengangguran, mulai pemerintah kabupaten/kota, bumi usaha, bumi industri, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, hingga masyarakat.

"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Terima kasih kepada seluruh pihak nan telah menjadi bagian dari sinergi besar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan nan semakin kuat, produktif, dan berkekuatan saing," pungkasnya.

(ega/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News