Jasa Raharja Serahkan Santunan untuk Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Jasa Raharja Serahkan Santunan untuk Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II ilustrasi(Antara)

PT Jasa Raharja (Persero) menyerahkan santunan kepada mahir waris korban meninggal bumi dan korban luka-luka akibat kejadian kebakaran kapal penumpang KM Mutiara Sentosa II di RS Bhayangkara Surabaya. Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan bahwa proses pendataan hingga penyerahan santunan dilakukan secara sigap hasil sinergi ketat berbareng Kementerian Perhubungan, Basarnas, Kepolisian, KSOP, dan pihak rumah sakit.

"Kolaborasi nan terbangun hari ini merupakan bentuk nyata negara datang untuk melindungi masyarakat. Penyerahan santunan ini adalah corak tanggung jawab negara kepada korban kecelakaan pikulan umum laut sesuai petunjuk Undang-Undang Nomor 33 Tahun 1964," ujar Awaluddin dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan ketentuan norma nan berlaku, mahir waris korban meninggal bumi menerima santunan pokok dari Jasa Raharja sebesar Rp50 juta, sementara korban luka-luka memperoleh agunan biaya perawatan maksimal Rp20 juta.

Selain itu, para korban mendapatkan perlindungan tambahan dari PT Jasaraharja Putera selaku mitra asuransi pengangkut, berupa santunan meninggal bumi sebesar Rp75 juta dan faedah tambahan perawatan luka-luka hingga Rp37,5 juta. Dengan skema perlindungan berlapis ini, total santunan nan diterima mahir waris korban meninggal bumi mencapai Rp125 juta.

"Semoga perlindungan berlapis ini dapat memberikan faedah nyata dan sedikit meringankan beban family korban. Kami berkomitmen terus mendampingi hingga seluruh kewenangan korban maupun mahir waris dipenuhi secara tuntas," tambah Awaluddin.

Evakuasi 233 Orang: 5 Meninggal Dunia, 15 Luka-luka

Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii membeberkan perkembangan terbaru operasi SAR gabungan. Hingga saat ini, tim campuran telah sukses mengevakuasi total 233 orang dari letak kejadian.

Dari jumlah tersebut, lima penumpang dinyatakan meninggal bumi dan 15 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 11 korban luka saat ini mendapat perawatan intensif di RS PHC Pelindo Surabaya, sedangkan empat korban lainnya dirawat di RSI Garam Kalianget, Sumenep.

"Sinergi inilah nan memungkinkan proses evakuasi, identifikasi, hingga penyelesaian hak-hak korban dapat dilakukan dengan cepat," pungkas Syafii. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia