'Jantung' Eropa Chaos, Gas Air Mata Meletus

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di pusat Kota Brussels pada Kamis (4/6/2026) ketika tindakan protes menentang rencana reformasi sektor pendidikan di Belgia berubah menjadi kerusuhan.

Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di pusat Uni Eropa, kota Brussels, Belgia pada Kamis waktu setempat. Aksi protes berubah menjadi kerusuhan saat massa berdemo menentang rencana reformasi sektor pendidikan. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa setelah sejumlah akomodasi umum dirusak dan beberapa jendela pecah di area pusat kota. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Para demonstran memprotes rencana reformasi sektor pendidikan di Brussels, Belgia, 4 Juni 2026.

Jalan-jalan di sekitar letak demonstrasi dipenuhi puing-puing, sepeda nan rusak, serta rambu-rambu jalan nan dicabut. Kepolisian Brussels apalagi mengimbau penduduk untuk menghindari area di sekitar stasiun kereta api utama kota demi argumen keamanan. (REUTERS/Bart Biesemans)

Para demonstran memprotes rencana reformasi sektor pendidikan di Brussels, Belgia, 4 Juni 2026. (REUTERS/Bart Biesemans)

Media lokal juga melaporkan tindakan protes serupa di sejumlah kota berkata Prancis lainnya, termasuk Namur dan Charleroi. Namun, situasi di kedua kota tersebut dilaporkan jauh lebih tenang dibandingkan dengan kerusuhan nan terjadi di Brussels. (REUTERS/Bart Biesemans)

Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di pusat Kota Brussels pada Kamis (4/6/2026) ketika tindakan protes menentang rencana reformasi sektor pendidikan di Belgia berubah menjadi kerusuhan.

Kemarahan para demonstran dipicu oleh rencana pemerintah Komunitas Prancis Belgia, nan mengawasi sistem pendidikan berkata Prancis, untuk meningkatkan biaya kuliah pendidikan tinggi menjadi 1.194 euro alias sekitar Rp24,87 juta per tahun, dari sebelumnya 835 euro alias sekitar Rp17,39 juta bagi sebagian besar mahasiswa. Perhitungan tersebut merujuk pada kurs Jumat (5/6/2026) sebesar Rp20.826 per 1 euro. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Petugas polisi berhati-hati saat para demonstran memprotes rencana reformasi sektor pendidikan di Brussels, Belgia, 4 Juni 2026.

Pemerintah menyebut kenaikan sekitar 35% tersebut sebagai bagian dari langkah penghematan anggaran dan upaya menyelaraskan biaya pendidikan dengan universitas berkata Belanda dan Flemish. (REUTERS/Bart Biesemans)

Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di pusat Kota Brussels pada Kamis (4/6/2026) ketika tindakan protes menentang rencana reformasi sektor pendidikan di Belgia berubah menjadi kerusuhan.

Selain kenaikan biaya kuliah, pemerintah juga mengusulkan sejumlah langkah lain, termasuk mewajibkan pembimbing sekolah menengah tingkat akhir mengajar dua jam tambahan per minggu tanpa kenaikan penghasilan serta merevisi patokan masa jabatan. Seorang pembimbing nan mengikuti tindakan protes mengatakan kebijakan tersebut bakal memperburuk kondisi kerja tenaga pendidik. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di pusat Kota Brussels pada Kamis (4/6/2026) ketika tindakan protes menentang rencana reformasi sektor pendidikan di Belgia berubah menjadi kerusuhan.

Sementara itu, Kepala Pemerintahan Komunitas Prancis Belgia, Elisabeth Degryse, memihak kebijakan tersebut dengan argumen tekanan terhadap finansial publik serta defisit anggaran nan diperkirakan mencapai 1,9 miliar euro alias sekitar Rp39,57 triliun. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Bentrokan pecah antara demonstran dan polisi di pusat Kota Brussels pada Kamis (4/6/2026) ketika tindakan protes menentang rencana reformasi sektor pendidikan di Belgia berubah menjadi kerusuhan.

Menteri Pendidikan Valerie Glatigny mengatakan penghematan itu diperlukan agar pemerintah dapat menginvestasikan kembali biaya ke sektor pendidikan. Parlemen Komunitas Prancis dijadwalkan memberikan bunyi atas paket reformasi tersebut pada Kamis. (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News