Janji Sony Sonjaya Bakal 'Nyanyi' di Kasus Korupsi MBG

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengaku bakal buka-bukaan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menyeret namanya sebagai tersangka.

Pernyataan itu disampaikan pengacara Sony, Krisna Murti usai kliennya bakal menjadi Justice Collaborator (JC) alias saksi nan bekerja sama dalam kasus tersebut.

Krisna menyebut jenderal purnawirawan polri bintang dua itu siap membuka nama-nama besar nan diduga terlibat dalam kasus. Namun, Krisna belum mengungkap identitas nama nan dimaksud.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut pengguna saya nan jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan pelaksana dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya," ucap dia.

Menurut Krisna, permohonan JC bakal segera dikirim secara resmi kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) pekan depan. Dia memastikan nama-nama besar bakal terungkap di pengadilan.

"Pada waktunya nama-nama tokoh nan terlibat bakal kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan," ujarnya.

Menurut Krisna, Sony tak mau menjadi satu-satunya pihak nan dituduh dan seolah-olah menjadi tokoh di kembali praktik jual beli dapur MBG. Padahal, ada nama-nama lain nan terlibat dan berkedudukan di kembali kasus.

"Padahal menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu lho. Diatensi oleh nama-nama besar nan bakal beliau sampaikan kelak sendiri gitu lho," kata Krisna.

Sebelumnya Kejagung menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola program MBG.

Dalam perkara ini, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi menjelaskan program MBG semestinya dikelola oleh yayasan nan terafiliasi dengan sekolah penerima.

Akan tetapi, dalam pelaksanaannya banyak SPPG nan ditunjuk lantaran mempunyai hubungan dengan petinggi BGN. Kata Syarief, yayasan itu sejatinya juga tidak mempunyai syarat untuk menjadi mitra SPPG.

"Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh kerabat DH, kerabat SS, dan kerabat LP," ujarnya.

(thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional