Jangan Tunggu Anemia! Ini Alasan Zat Besi Harus Dipenuhi Sejak Dini

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jangan Tunggu Anemia, Ini Alasan Zat Besi Harus Dipenuhi Sejak Dini. Foto: Shutterstock

Tak sedikit orang tua tetap menganggap unsur besi hanya berangkaian dengan anemia atau kadar hemoglobin (HB) nan rendah. Padahal, menurut Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A, peran unsur besi jauh lebih luas dari itu, terutama dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kata dr. Lucky, kebutuhan anak terbagi menjadi dua, ialah makronutrisi dan mikronutrisi. Makronutrisi meliputi protein, karbohidrat, dan lemak nan dibutuhkan dalam jumlah besar. Sementara mikronutrisi, meski dibutuhkan dalam jumlah lebih kecil, tetap sangat penting.

Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria Sp.A di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

“Contohnya vitamin A, B, C, D, E, sampai K, lampau ada unsur besi, ada zinc, ada iodium, itu semua perlu,” ucapnya dalam aktivitas peluncuran kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas di Jakarta Selatan, Selasa (14/4).

Zat Besi Bukan Sekadar Cegah Anemia

Di antara beragam mikronutrisi tersebut, unsur besi menjadi salah satu nan sangat direkomendasikan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) apalagi menempatkan vitamin D, unsur besi, dan vitamin A sebagai tiga nutrisi utama nan perlu diperhatikan pada anak.

Namun sayangnya, banyak orang tua baru mulai sadar pentingnya unsur besi ketika anak sudah mengalami anemia. Padahal, anemia bukan kondisi nan muncul secara tiba-tiba. Itu adalah tanda bahwa tubuh sudah lama kekurangan unsur besi. Artinya, pencegahan semestinya dilakukan sejak awal, bukan menunggu indikasi muncul.

com-Makanan nan mengandung unsur besi. Foto: Shutterstock

“Padahal unsur besi itu bukan hanya untuk HB aja. Dan jika anaknya sudah anemia, artinya itu sudah melalui kekurangan nan sudah cukup lama,” ungkap dr. Lucky.

Pentingnya Zat Besi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Hal ini semakin krusial jika dikaitkan dengan fase seribu hari pertama kehidupan, ialah sejak masa kehamilan hingga anak berumur 2 tahun. Periode ini disebut sebagai fase emas lantaran perkembangan otak terjadi sangat pesat. Bahkan, hingga usia 2 tahun, perkembangan otak anak sudah mencapai sekitar 80 persen.

Ilustrasi Anak Menyuapi Bayi Makan. Foto: Shutterstock

Itulah kenapa peran unsur besi menjadi krusial, Moms. Nutrisi ini tidak hanya membantu pembentukan sel darah merah, tetapi juga berkedudukan besar dalam mendukung perkembangan otak anak. Kekurangan unsur besi dalam jangka panjang bisa berakibat pada keahlian belajar, konsentrasi, hingga perkembangan kognitif anak.

kumparan post embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan