Jangan Langsung Melarang! Ini Cara Bijak Hadapi Teman Anak yang Tidak Anda Sukai

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jangan Langsung Melarang! Ini Cara Bijak Hadapi Teman Anak nan Tidak Anda Sukai Ilustrasi(Magnific)

psikologi anak, pertemanan anak, tips parenting, menghadapi kawan anak, pengaruh jelek teman, komunikasi orang tua dan anakMELIHAT anak Anda mulai menjalin pertemanan adalah perihal nan menyenangkan. Namun, emosi itu bisa berubah menjadi kekhawatiran ketika Anda menyadari Anda tidak menyukai kawan pilihan mereka. Baik lantaran perilaku anak tersebut nan dinilai tidak sopan, maupun kekhawatiran bakal pengaruh jelek nan mungkin dibawanya.

Menghadapi situasi ini memerlukan pendekatan nan sangat berhati-hati. Langkah pertama nan paling krusial adalah memahami argumen di kembali rasa tidak suka Anda. Orang tua perlu membedakan antara masalah preferensi pribadi, seperti style berpakaian alias kepribadian nan menjengkelkan, dengan perilaku rawan nan nyata, seperti perundungan, pelanggaran hukum, alias tekanan kawan sebaya nan negatif.

Jika masalahnya murni kenyamanan personal, para mahir menyarankan orang tua untuk menahan diri. Melarang anak berkawan secara sepihak sering kali justru memicu serangan balik. Hubungan pertemanan remaja sangat terikat dengan identitas mereka, menyerang kawan mereka bakal dirasakan anak sebagai serangan terhadap diri mereka sendiri. Akibatnya, anak mungkin bakal memberontak dan justru semakin mendekati kawan tersebut secara diam-diam.

Daripada mengeluarkan larangan keras, cobalah untuk membuka ruang obrolan nan sehat. Anda bisa mengusulkan pertanyaan reflektif tanpa nada menghakimi, seperti, "Bagaimana perasaanmu setelah bermain dengannya?" alias "Apa nan paling Anda sukai dari dia?". Cara ini melatih anak untuk menilai hubungan mereka sendiri secara kritis.

Selain itu, buatlah rumah Anda menjadi tempat berkumpul nan terbuka. Dengan mengizinkan mereka bermain di rumah, Anda dapat memantau hubungan mereka secara langsung tanpa terlihat mengintip. Langkah ini sekaligus memberi Anda kesempatan untuk mengenal karakter kawan anak Anda secara lebih objektif dalam lingkungan nan terkendali.

Namun, situasinya berbeda jika Anda memandang tanda ancaman nan jelas, seperti perilaku manipulatif alias aktivitas berbahaya. Dalam kondisi ini, fokuslah pada perilaku spesifiknya, bukan pada individual anak tersebut. Alih-alih mengatakan "Temanmu itu anak nakal," Anda bisa mengatakan, "Ibu tidak suka ketika dia mendesakmu untuk melanggar patokan sekolah."

Terapkan batas nan tegas mengenai nilai-nilai family nan tidak boleh dilanggar. Jika situasi dirasa sudah sangat menakut-nakuti keselamatan alias kesejahteraan emosional anak, pembatasan jarak secara berjenjang alias intervensi langsung dapat dilakukan. nan terpenting, pastikan anak Anda tahu bahwa konsentrasi utama Anda adalah melindungi mereka, bukan sekadar mengendalikan kehidupan sosial mereka. (Parents/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia