Feby Novalius
, Jurnalis-Minggu, 13 September 2026 |13:06 WIB

Masyarakat perlu mengetahui posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Masyarakat perlu mengetahui posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) lantaran kategori tersebut semakin banyak digunakan sebagai dasar penentuan penerima bantuan. Namun, penggunaan desil sebagai penentu seseorang tergolong bisa alias tidak dinilai berpotensi menimbulkan ketidakadilan.
Ekonom UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai desil pada dasarnya hanya menunjukkan posisi relatif kesejahteraan seseorang alias family dibandingkan golongan masyarakat lainnya. Karena itu, desil tidak tepat jika digunakan secara langsung untuk menentukan seseorang masuk kategori kaya alias miskin.
"Ketika desil dijadikan suatu kriteria seseorang untuk tidak dapat bantuan, menurut saya di sinilah ketidakadilannya," kata Achmad dalam podcast The Daily Buzz Okezone, Minggu (13/9/2026).
Desil Makin Penting bagi Masyarakat
Achmad mengatakan istilah desil sebenarnya sudah cukup dikenal masyarakat, terutama penerima support sosial (bansos).
Masyarakat nan menerima bansos, Kartu Indonesia Pintar (KIP), hingga support lainnya sudah terbiasa dengan kategori desil 1 sampai 5. Bahkan, masyarakat dapat mengetahui posisi desilnya melalui jasa pemerintah dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·