Jangan Asal Minum Vitamin, Ini Kombinasi Suplemen yang Harus Dihindari

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jangan Asal Minum Vitamin, Ini Kombinasi Suplemen nan Harus Dihindari Ilustrasi.(Magnific)

MENGONSUMSI semua vitamin dan suplemen dalam satu waktu mungkin terasa praktis. Namun, para mahir memperingatkan bahwa kebiasaan ini justru dapat membatasi efektivitas nutrisi nan masuk ke tubuh Anda. Beberapa vitamin dan mineral saling bersaing untuk diserap oleh tubuh, nan tidak hanya mengurangi manfaatnya tetapi juga berisiko memicu pengaruh samping seperti sakit perut, sembelit, hingga diare.

Sebaliknya, ada kombinasi nutrisi tertentu nan bekerja sinergis, meningkatkan penyerapan dan bioavailabilitas satu sama lain. Memahami hubungan ini sangat krusial untuk memaksimalkan investasi kesehatan Anda.

Pentingnya Waktu dan Kondisi Perut

Waktu konsumsi sangat berpengaruh terhadap efektivitas suplemen. "Beberapa suplemen lebih baik diserap berbareng makanan, sementara nan lain paling baik saat perut kosong," ujar Amy Margulies, R.D.N., mahir diet terdaftar. Ia juga menambahkan bahwa kombinasi tertentu dapat mengganggu keahlian obat-obatan medis.

Dalam kasus nan lebih ekstrem, penggunaan kombinasi nan tidak tepat alias dosis berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan defisiensi nutrisi kronis hingga toksisitas vitamin.

Kombinasi Nutrisi nan Harus Dihindari

Berikut beberapa pasangan suplemen nan sebaiknya tidak dikonsumsi secara bersamaan:

  1. Zat Besi dan Kalsium: Kalsium dapat menghalang penyerapan unsur besi di usus. Jika Anda memerlukan keduanya, beri jarak setidaknya dua jam.
  2. Zat Besi dan Zinc (Seng): Keduanya bersaing dalam jalur penyerapan nan sama. Disarankan mengonsumsi unsur besi saat perut kosong dan memisahkan jadwalnya dengan zinc minimal dua jam.
  3. Tembaga (Copper) dan Zinc: Dosis tinggi zinc dapat menurunkan penyerapan tembaga. Jika kudu mengonsumsi keduanya, berikan jarak waktu nan cukup, misalnya zinc di pagi hari dan tembaga sebelum makan siang alias makan malam.
  4. Vitamin B12 dan Vitamin C: Dosis besar vitamin C dapat menciptakan lingkungan masam nan berpotensi mendegradasi vitamin B12. Para mahir menyarankan untuk mengonsumsi B12 terlebih dahulu, lampau tunggu dua jam sebelum mengonsumsi vitamin C.

Tips Ahli: Untuk kalsium, penyerapan terbaik terjadi dalam dosis mini (500 mg alias kurang) nan disebar sepanjang hari. Kalsium karbonat sebaiknya dikonsumsi berbareng makanan lantaran memerlukan masam lambung untuk diserap optimal.

Kombinasi Dynamic Duo yang Dianjurkan

Beberapa nutrisi justru bekerja lebih baik jika dipasangkan:

  • Vitamin C + Zat Besi: Vitamin C meningkatkan penyerapan unsur besi, terutama nan berasal dari sumber nabati seperti kacang-kacangan.
  • Vitamin D + Vitamin K: Sinergi ini mengoptimalkan pengiriman kalsium ke tulang dan mendukung kesehatan tulang secara menyeluruh.
  • Vitamin A + Zat Besi: Penelitian menunjukkan pasangan ini sangat efektif bagi mereka nan berjuang melawan anemia.

Bagaimana dengan Multivitamin?

Anda mungkin bertanya-tanya tentang multivitamin mengandung beragam nutrisi nan saling bersaing. Menurut Margulies, multivitamin diformulasikan dengan dosis nan lebih mini dan seimbang sehingga tidak terjadi persaingan penyerapan nan signifikan. Multivitamin berfaedah sebagai jaring pengaman untuk mengisi celah nutrisi mini tanpa akibat kelebihan dosis.

Namun, bagi perseorangan dengan defisiensi nutrisi spesifik alias kondisi medis tertentu, suplemen tunggal dengan dosis terukur mungkin tetap diperlukan di bawah pengawasan medis.

Sebelum memulai rutinitas suplemen baru, sangat krusial untuk berkonsultasi dengan penyedia jasa kesehatan. Hal ini untuk menghindari kontraindikasi dengan obat-obatan seperti obat tekanan darah, tiroid, alias pengencer darah. (Good Housekeeping/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia