Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan tengah mempersiapkan pertemuan tingkat tinggi di Swiss pada pekan ini. Pertemuan tersebut disebut menjadi bagian dari upaya diplomatik untuk mengakhiri bentrok nan berlangsung, membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, serta mencari titik jumpa mengenai program nuklir Teheran.
Mengutip laporan media Prancis BFMTV nan merujuk pada sejumlah sumber nan dekat dengan proses negosiasi, pertemuan itu kemungkinan digelar pada Kamis alias Jumat mendatang setelah berakhirnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7.
Pembicaraan diperkirakan berjalan di wilayah berkata Jerman di Swiss, meski hingga sekarang Washington maupun Teheran belum memberikan konfirmasi resmi.
Rencana pertemuan tersebut muncul di tengah negosiasi nan tetap berjalan antara kedua negara. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei sebelumnya mengatakan bahwa nota kesepahaman antara Iran dan AS belum bakal ditandatangani dalam waktu dekat, namun berpotensi rampung dalam beberapa hari ke depan.
"Dokumen tersebut tidak bakal ditandatangani pada hari Minggu, tetapi dapat diselesaikan dalam beberapa hari mendatang," kata Baghaei, seraya menegaskan bahwa jalur diplomatik antara kedua pihak tetap tetap terbuka.
Meski demikian, hasil konkret dari kemungkinan pertemuan di Swiss itu tetap belum pasti. Belum diketahui apakah kedua negara bakal mencapai kesepakatan resmi alias sekadar melakukan kontak langsung untuk melanjutkan proses negosiasi nan sudah melangkah dalam beberapa waktu terakhir.
Sumber-sumber nan mengetahui pembahasan tersebut menyebut persiapan untuk pertemuan langsung antara pejabat senior AS dan Iran terus dilakukan. Namun sejumlah pertanyaan tetap mengemuka, termasuk mengenai waktu final penyelenggaraan pembicaraan dan kesempatan tercapainya kemajuan signifikan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan memanfaatkan momentum KTT G7 untuk menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan para pemimpin dunia. Menurut pejabat AS, Trump bakal berjumpa secara terpisah dengan para pemimpin Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Prancis, dan India di sela-sela forum tersebut.
Pemerintahan Trump disebut optimistis bahwa kesepakatan dengan Iran dapat dicapai. Sejumlah pejabat AS meyakini negara-negara personil G7 mempunyai beragam instrumen nan dapat digunakan untuk mendukung penerapan kesepakatan andaikan tercapai dalam waktu dekat.
Sementara itu, KTT G7 nan mempertemukan para pemimpin negara-negara ekonomi maju bakal membahas beragam rumor strategis, mulai dari perdagangan internasional, ketahanan rantai pasok mineral kritis, kepintaran buatan (AI), hingga perkembangan perang Rusia-Ukraina.
(tfa/tfa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·