Kiri-kanan: Ketua Pengurus Daerah Perhimpunan Indonesia Tionghoa Wilayah Jawa Timur Stefanus Budy Wijaya dan Direktur Rumah Sakit Siloam Hospitals Surabaya, dr Maria Magdalena Padmidewi, Sp.PK(Dok RS Siloam)
UPAYA meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis organisasi terus diperkuat. Salah satunya ditunjukkan melalui kerja sama strategis antara Siloam Hospitals Surabaya dan Perhimpunan Indonesia Tionghoa Indonesia nan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Surabaya, Sabtu (6/6).
Kolaborasi tersebut bermaksud memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berbobot sekaligus mendorong peningkatan kesadaran bakal pentingnya pencegahan penyakit dan penerapan pola hidup sehat.
Melalui kerja sama ini, personil INTI bakal memperoleh beragam kemudahan jasa kesehatan melalui program MySiloam Card. Selain itu, kedua pihak bakal menjalankan beragam program promotif dan preventif nan mencakup edukasi kesehatan, skrining kesehatan, seminar kesehatan, hingga aktivitas sosial bagi masyarakat.
Direktur Siloam Hospitals Surabaya, Maria Magdalena Padmidewi, mengatakan kerjasama dengan organisasi merupakan langkah strategis untuk memperluas faedah jasa kesehatan kepada masyarakat.
Direktur Siloam Hospitals Surabaya, Maria Magdalena Padmidewi, mengatakan kerjasama dengan organisasi merupakan langkah strategis untuk memperluas faedah jasa kesehatan kepada masyarakat.
“Kami percaya bahwa kerjasama dengan beragam organisasi dan organisasi merupakan langkah krusial dalam memperluas akibat positif jasa kesehatan. Melalui kerja sama dengan INTI, kami berambisi dapat memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat melalui beragam program kesehatan nan berkelanjutan,” ucap dia dikutip dari keterangan tertulis nan diterima, Senin (8/6).
Menurut Maria, jasa kesehatan modern tidak hanya berfokus pada pengobatan saat seseorang sakit, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif nan membantu masyarakat menjaga kesehatan secara berkelanjutan. Karena itu, keterlibatan organisasi dinilai krusial untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah INTI Jawa Timur, Stefanus Budy Wijaya, menyambut baik kemitraan tersebut. Ia menilai sinergi antara organisasi masyarakat dan lembaga kesehatan dapat memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat.
Dengan jaringan organisasi nan dimiliki INTI, beragam program kesehatan nan bakal dijalankan berbareng diharapkan bisa menjangkau lebih banyak penduduk serta memberikan akibat nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Kedua pihak juga berkomitmen membangun kemitraan jangka panjang nan berfokus pada peningkatan kesadaran kesehatan, pencegahan penyakit, serta penguatan kualitas hidup masyarakat melalui program-program berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap pentingnya kesehatan preventif, kerjasama lintas sektor seperti ini dinilai menjadi salah satu pendekatan efektif untuk mendekatkan jasa kesehatan kepada masyarakat. Melalui edukasi, skrining, dan beragam aktivitas kesehatan berbasis komunitas, masyarakat diharapkan lebih memahami aspek akibat penyakit sekaligus terdorong menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·