Sembilan penduduk negara Indonesia (WNI) nan menjadi korban penangkapan Israel. Kini, setelah melewati jalan nan panjang, sembilan orang itu akhirnya tiba di Tanah Air.
Sebagaimana diketahui, penangkapan berasal saat pasukan Israel mulai mencegat sejumlah armada kapal support kemanusiaan Global Sumud Flotilla pada Senin (18/5) lalu. Sejumlah armada GSF dicegat secara bertahap, menyebabkan sejumlah relawan GSF ditangkap Israel termasuk 9 WNI.
Seluruh relawan GSF termasuk sembilan WNI telah bebas pada Kamis (21/5) waktu setempat. Mereka di Turki menggunakan pesawat nan disewa otoritas setempat.
Sejumlah WNI nan ditangkap Israel melaporkan mendapat perlakuan tak manusiawi. Bahkan beberapa di antaranya mengabarkan mendapat kekerasan bentuk seperti dipukul alias disetrum.
Berikut daftar 9 WNI nan diculik tentara Israel berasas laporan GPCI:
1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk
Para WNI nan tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 itu akhirnya bebas. Awalnya, berita itu disampaikan Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy. Dia mengatakan para WNI tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta pada Minggu (24/5/2026) sore.
"Minggu sore sampe Jakarta," kata Harfin kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).
Dia mengonfirmasi agenda penerbangan nan bakal digunakan para WNI dalam proses pemulangan tersebut. Rencananya, para WNI tersebut bakal terbang dari Istanbul, Turki pada Sabtu (23/5) malam dan tiba di Jakarta pada Minggu (24/5) sore.
"Confirmed naik pesawat Emirates hari Sabtu tanggal 23 Mei, pukul 19.35 Istanbul-Dubai. Dubai-Jakarta, Minggu tanggal 24 Mei, pukul 04.10 tiba 15.30 WIB," tuturnya.
Tiba di Indonesia
Mereka sekarang telah tiba di Indonesia. Pantauan detikcom, Minggu (24/5/2026), kesembilan relawan itu melangkah keluar dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sekitar pukul 16.25 WIB. Mereka terlihat mengenakan keffiyeh alias syal unik Palestina.
Sembilan penduduk negara Indonesia (WNI) nan tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya tiba di Tanah Air usai menjalani penahanan oleh militer Israel saat berlayar menuju Gaza, Palestina. Kedatangan mereka disambut di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026). (Foto: Gilang Faturahman/detikFoto)
Kerabat para WNI itu juga menyambut kehadiran mereka dengan dengan spanduk dan bendera Palestina. Mereka terdengar berteriak-teriak saat para WNI tersebut keluar dari gedung terminal.
Disambut Menlu
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyambut kepulangan sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla 2026 nan menjadi korban penangkapan Israel. Sugiono mengatakan para WNI nan mengalami trauma bentuk bakal mendapat penanganan lebih lanjut.
"Terima kasih, selamat datang kembali, selamat berkumpul dengan family dan tadi dari laporan ada beberapa rekan kita nan mengalami trauma bentuk nan bakal juga ditangani lebih lanjut," kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (24/5/2026).
Sugiono berterima kasih kepada semua pihak nan membantu pembebasan dan pemulangan para WNI itu. Ucapan terima kasih unik juga disampaikan Sugiono ke pemerintah Turki.
"Terima kasih kepada bapak Presiden atas arahannya, kepada para personil Komisi I, ketua dan personil Komisi I DPR RI, Global Sumud Flotilla," ucap dia.
"Khusus ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pemerintah Turki, Yordania, dan Mesir nan juga telah membantu khususnya lagi terlebih unik lagi pemerintah Turki nan juga membantu penjemputan saudara-saudara kita ini dari Ashdod," sambungnya.
Cerita WNI Saat Ditangkap Israel
Salah satu WNI, Herman Budianto Sudarson, menangis saat menceritakan pengalamannya disiksa Israel. Herman awalnya membenarkan penyiksaan nan dilakukan saat ditahan Israel.
"Banyak sekali nan mengalami cedera-cedera berat, rusuk patah ada sekitar 40 orang patah tangan patah kaki ya patah hidung ada nan ditembak dan seterusnya," kata Herman.
Herman melanjutkan, ada juga kasus pelcehan seksual nan dialami oleh laki-laki alias wanita dalam proses penahanan oleh tentara Israel. Menurutnya mereka diperlakukan seperti hewan.
"Bahkan banyak juga kasus-kasus pelecehan seksual nan diterima oleh baik laki-laki maupun wanita ketika proses nan panjang tersebut. Belum lagi hal-hal nan lain mengenai dengan kondisi ketika kita ada di penjara dan seterusnya diperlakukan seperti hewan," ucapnya.
Dengan semua penyiksaan tersebut, Herman merasa tidak otmatis menjadikannya relawan nan paling berjasa untuk Palestina. Pada momen inilah Herman menangis.
"Ya tapi semua ini Insyaallah tidak menjadikan kami menjadi orang nan merasa paling berjasa hanya nan sangat mini sekali nan kami lakukan untuk Palestina. Karena kerabat kita nan di Palestina jauh lebih menderita dibandingkan dengan kami," ujarnya sembari menangis.
Sedangkan relawan nan lain, Rahendro Heruwibowo, menyebut sempat diinjak hingga disetrum. Ketika Rahhendro berteriak, tentara Israel berakhir melakukan penyiksaan.
"Saya dipukul kepala ya, sudah saya nggak tahu berapa kali ya. Terus badan depan, belakang, dan saya jatuh juga sempat diinjak. Terakhir saya disetrum sehingga akhirnya saya teriak cukup kencang, baru mereka akhirnya melepaskan," ucapnya.
Rahendro menyebut, saat itu dibawa ke daratan oleh Israel. Di sana sudah disiapkan bilik-bilik nan seperti disiapkan untuk penyiksaan.
"Seperti nan saya bilang, selama perjalanan dari satu tempat ke mana itu penuh treatment-treatment, penyiksaan nan kayak misalkan diborgol ini kenceng banget diborgolnya, terus sama dia dimainin gitu. Jalan, nunduk, jatuh, ditendang. Seperti itu kurang lebihnya," ucapnya.
(rdp/rdp)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·