Jaga Pasokan Pangan, Pemerintah Tambah Alokasi SPHP Beras dan Jagung

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta -

Pemerintah terus memperkuat pasokan pangan untuk mengantisipasi akibat tandus panjang dan periode paceklik. Selain mempercepat penyaluran Bantuan Pangan, pemerintah menambah alokasi Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras medium serta jagung pakan.

Pemerintah menambah alokasi SPHP beras medium sebanyak 1 juta ton hingga Maret 2027. Selain itu, disiapkan SPHP jagung pakan sebanyak 150 ribu ton hingga Desember 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesiapan pangan sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan nilai akibat tekanan produksi dan distribusi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang kita jaga bukan hanya kesiapan beras, tetapi juga daya beli masyarakat. Karena itu, support pangan dan stabilisasi pasokan kudu melangkah bersama," ujar Zulhas dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Hal tersebut disampaikan saat meninjau penyaluran Bantuan Pangan di Desa Pisang, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (11/9). Penyaluran support turut dihadiri Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani.

Percpepat Bantuan Pangan ke 1,24 Juta Warga Lampung

Mengantisipasi tekanan pangan akibat tandus panjang dan memasuki periode paceklik, pemerintah juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan kepada masyarakat nan membutuhkan.

Di Provinsi Lampung, sebanyak 1.242.582 penerima support pangan (PBP) menjadi sasaran program periode Juli-September 2026. Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran saat ini mencapai 28,85 persen.

Sementara itu, di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 182.398 PBP dengan realisasi penyaluran sebesar 19,37 persen.

Khusus di Desa Pisang, support diberikan kepada 233 penerima dengan total 6,9 ton beras. Jumlah tersebut setara dengan 30 kilogram beras per penerima untuk periode Juli-September 2026.

Pemerintah mendorong percepatan pengedaran agar seluruh Bantuan Pangan periode September dapat segera diterima masyarakat secara optimal dan tepat sasaran, terutama family dalam golongan desil 1-4.

"Pemerintah tidak mau masyarakat menghadapi tandus dan paceklik sendirian. Bantuan pangan kudu segera sampai kepada masyarakat nan membutuhkan," papar Zulhas.

Bantuan Pangan Berlanjut hingga Akhir Tahun

Pemerintah juga memastikan Bantuan Pangan bakal dilanjutkan untuk periode Oktober-Desember 2026 atas pengarahan Presiden. Keberlanjutan program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga perlindungan sosial dan ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika ekonomi serta kondisi produksi pangan.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BULOG, dan seluruh pemangku kepentingan agar program stabilisasi pangan melangkah efektif, tepat sasaran, dan responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News