Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Surabaya (IT Surabaya) senantiasa mengedepankan aspek keberlanjutan di wilayah operasionalnya. Salah satunya dibuktikan melalui Program Lentera Pagesangan (Lingkungan Terjaga, Masyarakat Sejahtera) di Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya.
Area Manager Comm Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan, aspek pendorong utama perusahaan dalam membentuk program penemuan sosial adalah komitmen untuk menjalankan tanggung jawab lingkungan dan sosial secara berkelanjutan, tidak hanya berbasis kepatuhan, tetapi juga memberikan faedah bagi masyarakat.
"Perusahaan memandang bahwa keberadaan operasional di wilayah Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Surabaya perlu diiringi dengan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar," ujar Manajemen saat dihubungi CNBC Indonesia, ditulis Senin (30/4/2026).
Program Lentera Pagesangan dilatarbelakangi oleh kebiasaan masyarakat setempat nan membuang limbah rumah tangga ke sungai dan tidak adanya pengendalian limbah domestik, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Selain itu, kondisi ekonomi masyarakat nan rendah serta tingginya nomor pengangguran nan memicu beragam masalah sosial seperti KDRT, penelantaran anak dan bentrok masyarakat menjadi argumen kuat bagi perusahaan melakukan pendampingan pemberdayaan kepada masyarakat.
Untuk itulah, Lentera Pagesangan berkedudukan mengubah limbah domestik dari sumber masalah menjadi sumber daya berbobot melalui sistem ekonomi sirkular berbasis organisasi serta mengintegrasikan eceng gondok, pengolahan air limbah, budidaya ikan, dan pengelolaan sampah.
Dalam praktiknya, Lentera Pagesangan melibatkan 5 kategori golongan rentan. Di antaranya adalah 23 orang lansia dengan kerentanan akses sosial, 179 orang wanita dengan kerentanan akses sosial, 5 orang penduduk miskin dengan kerentanan aset ekonomi, 30 orang anak-anak dengan kerentanan sosial, dan 23 orang warta bantaran dengan kerentanan akses geografis.
Dari sisi lingkungan, program Lentera Pagesangan sukses mengurangi Total Dissolved Solids (TDS) sebanyak 16.728 miligram per liter (mg/L) per tahun, penghematan air nan dengan adanya program sebanyak 345,21 meter kubik (m3) per tahun, menghasilkan sampah nan terkelola sebanyak 85 ton per tahun, serta sukses melakukan pemanfaatan terhadap 83 kilogram (kg) sampah organik.
Di sisi lain, keberadaan program Lentera Pagesangan juga bisa menghemat biaya penurunan pencemaran air sebanyak Rp 911.418 per tahun dan mendorong penghasilan rata-rata penerima faedah langsung sebesar Rp 210.000 per orang setiap bulannya.
Dari sisi sosial, Lentera Pagesangan sukses melibatkan 267 orang penerima faedah langsung, 572 orang penerima faedah tidak langsung, dan 302 golongan rentan secara langsung maupun tidak langsung.
Program Lentera Pagesangan berjalan dengan menjalin kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dan LSM Konsorsium Lingkungan Hidup. Program ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi masyarakat umum dan turut mendorong peningkatan kapabilitas masyarakat melalui pelatihan-pelatihan.
Lebih jauh, Pertamina Patra Niaga IT Surabaya juga mempunyai program unggulan lainnya, ialah Program Inovasi SIMULTAN (Simultaneous Multi-Line Tank Operation) nan dapat mengefisiensi daya sebesar 289,2 gigajoule (GJ). Selanjutnya, ada juga Program OPTIMIST (Optimal Mist System) Mengurangi Pemakaian Air melalui Penerapan Teknologi Mist Bertekanan Tinggi pada Sistem Pengendalian Suhu Tangki dapat mengefisiensi air sebesar 702 m3.
Selain itu, Pertamina Patra Niaga IT Surabaya juga sukses menurunkan emisi lewat Program CARGO (Carbon Reduction through Gas Optimization) Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) melalui Optimalisasi Jalur Pipa Out di IT Surabaya nan dapat menurunkan emisi sebesar 86,13 Ton ekuivalen karbon dioksida (CO2eq).
Berkat program-program tersebut, Pertamina Patra Niaga IT Surabaya sukses mendapatkan hidayah PROPER Emas tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Capaian ini tidak lepas dari upaya pengelolaan lingkungan hidup nan aktif dilakukan perusahaan dalam aspek operasional maupun bagi lingkungan masyarakat sekitar.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup (BPLH)/Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq kepada perwakilan perusahaan dalam agenda Anugerah Lingkungan PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026). Untuk diketahui, penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) digelar setiap tahun sebagai upaya untuk meningkatkan ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup.
Penghargaan tersebut juga tidak lepas dari kepatuhan Beyond Compliance nan diterapkan Pertamina Patra Niaga IT Surabaya. Dalam perihal ini, perusahaan memastikan seluruh aspek operasional memenuhi apalagi melampaui izin lingkungan nan berlaku, termasuk pengendalian pencemaran udara, pengendalian pencemaran air, pengelolaan limbah B3 dan limbah non B3, pengelolaan sampah, efisiensi energi, pengendalian emisi, sistem manajemen lingkungan, penilaian daur hidup, dan konservasi sumber daya.
"Program CSR dikembangkan tidak hanya sebagai aktivitas sosial, tetapi sebagai penemuan nan bisa menyelesaikan persoalan lingkungan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Salah satu penerapan penemuan sosial nan dijalankan adalah Program Lentera Pagesangan nan menjadi respon atas persoalan lingkungan di Kelurahan Pagesangan, Kec. Jambangan," jelasnya.
Di samping itu, Pertamina Patra Niaga IT Surabaya juga senantiasa mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) diinternalisasikan dalam proses bisnis, pengambilan keputusan, dan budaya perusahaan. Hal ini termasuk menjalin sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, dan media untuk memperkuat akibat program.
Sinergi dengan media turut tercermin dari peraihan penghargaan nan diberikan kepada Melik Masfiyatin sebagai Local Hero dari Program Lentera Pagesangan pada kategori Program Penataan Lingkungan dan Pemberdayaan Lansia. Penghargaan ini merupakan corak pengakuan dari insan media atas kontribusi Pertamina Patra Niaga dalam mendorong pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Momentum ini juga sejalan dengan peringatan Hari Bumi (22 April), nan menjadi pengingat pentingnya kerjasama multipihak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta memperkuat komitmen perusahaan dalam penerapan ESG secara konsisten.
Walau demikian, setiap program dievaluasi secara berkala untuk memastikan efektivitas, keberlanjutan, serta replikasi program di wilayah lain. Untuk itu, Pertamina Patra Niaga berambisi pencapaian PROPER EMAS 2025 dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan keahlian pengelolaan lingkungan dan sosial secara berkelanjutan.
"Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi juga tanggung jawab untuk mempertahankan apalagi meningkatkan standar nan telah dicapai," tutupnya.
(bul/bul)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·