
Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. (Foto: PBSI)
PANGGUNG megah turnamen bulu tangkis papan atas dunia, Indonesia Open 2026, resmi digulirkan mulai Selasa (2/6/2026). Turnamen berlevel BWF Super 1000 ini bakal memanjakan para pencinta tepok bulu di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Pada hari pertama babak penyisihan ini, sebanyak 11 dari total 21 wakil tim Merah Putih dijadwalkan langsung turun. Mereka bakal memulai perjuangan keras demi memperebutkan total bingkisan dahsyat senilai 1,45 juta Dolar AS alias setara Rp 25 miliar, bersaing dengan 248 atlet elite dari 22 negara.
1. Misi Besar PBSI
Salah satu sorotan utama pada hari pertama tertuju pada sektor dobel putra, di mana Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin bakal ditantang oleh pasangan handal asal Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan. Laga ini menjadi pembuktian krusial bagi Leo/Daniel setelah kembali dipasangkan oleh PBSI pasca-dua tahun dirombak.
Di luar masalah teknis di lapangan, Ketua Umum PP PBSI, M. Fadil Imran, menegaskan bahwa arena Indonesia Open 2026 ini mengemban misi nan jauh lebih besar daripada sekadar menggelar turnamen internasional nan megah. Baginya, turnamen ini merupakan bagian krusial dari fondasi regenerasi jangka panjang.
"Kami mau menghadirkan penyelenggaraan nan semakin baik dan bergengsi dunia. Namun pada saat nan sama PBSI tetap konsentrasi pada pekerjaan besar pembinaan dan regenerasi atlet menuju Asian Games dan Olimpiade Los Angeles 2028. Event nan baik dan pembinaan nan kuat kudu melangkah beriringan," tutur Fadil Imran dalam sesi konvensi pers, Senin (1/6/2026).
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. (Foto: PBSI)
2. Jadwal Lengkap Laga Hari Pertama
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP PBSI nan juga legenda tunggal putra, Taufik Hidayat, mengingatkan para juniornya untuk mempersiapkan mental dengan matang. Bermain di hadapan publik sendiri menurutnya selalu menghadirkan tekanan tersendiri nan sangat unik.
"Indonesia Open selalu menjadi turnamen nan spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal keahlian teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu nan membikin turnamen ini berbeda," kata Taufik.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·