Ratusan ton cengkeh Natuna siap meluncur ke Semarang setelah lolos pemeriksaan karantina dan memperoleh sertifikat KT-3.(Dok. Karantina Kepri.)
KOMODITAS cengkeh asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kembali membuktikan taringnya sebagai pilar utama ekonomi wilayah perbatasan. Sebanyak 188,7 ton cengkeh dilaporkan sukses dikirim ke Semarang, Jawa Tengah, setelah melewati serangkaian prosedur ketat karantina tumbuhan.
Pengiriman besar ini terdiri dari dua jenis produk, ialah 152,7 ton kembang cengkeh dan 36 ton tangkai cengkeh. Seluruh komoditas tersebut telah dinyatakan memenuhi persyaratan kesehatan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri).
Detail Pengiriman Cengkeh Natuna ke Semarang:
| Total Volume | 188,7 Ton |
| Bunga Cengkeh | 152,7 Ton |
| Tangkai Cengkeh | 36 Ton |
| Status Kesehatan | Bebas OPTK (Sertifikat KT-3) |
Jaminan Kualitas dan Keamanan
Kepala Karantina Kepulauan Riau, Hasim, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari verifikasi manajemen hingga pengetesan laboratorium di Batam. Langkah ini krusial untuk memastikan komoditas bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), khususnya kumbang tanduk panjang (Hexamitodera semivelutina).
“Berdasarkan hasil pengujian, komoditas tersebut dinyatakan bebas dari (benih)penyakit golongan A2. Atas dasar itu, kami menerbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3),” ujar Hasim pada Selasa (16/6/2026).
Sertifikat tersebut menjadi paspor bagi komoditas Natuna untuk diperdagangkan secara kondusif di wilayah tujuan tanpa akibat penyebaran penyakit tumbuhan.
Penopang Ekonomi Wilayah Perbatasan
Cengkeh Natuna dikenal mempunyai kualitas premium dengan aroma kuat dan cita rasa khas, sehingga sangat diminati oleh industri rokok, parfum, hingga kosmetik nasional. Produksi unggulan ini berasal dari beragam wilayah kepulauan seperti Serasan, Pulau Laut, Midai, Pulau Tiga, Bunguran, hingga Sedanau.
Hasim menekankan bahwa sektor pertanian, khususnya cengkeh, memberikan kontribusi signifikan selain sektor perikanan nan selama ini menjadi jagoan Natuna. "Pengiriman ini membuktikan sektor pertanian tetap produktif dan bisa menopang degub nadi perekonomian wilayah perbatasan di tengah kondisi dunia nan tidak pasti," tambahnya.
Untuk mempermudah pelaku usaha, Karantina Kepri sekarang mengoptimalkan aplikasi Permohonan Tindakan Karantina (PTK) Online. Layanan digital ini diharapkan bisa memangkas hambatan jarak dan akses bagi petani serta eksportir di wilayah kepulauan guna mempercepat arus logistik komoditas unggulan daerah. (HK/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·