Jadi Liu Kang, Ludi Lin Makan Pisang dan Alpukat demi Raih 15 Kilogram Otot

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Jumpa pers movie Mortal Kombat II di St. Regis, Jakarta, Minggu (3/5/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Aktor Ludi Lin menyapa fans di Indonesia dalam rangkaian tur dunia film Mortal Kombat II. Pemeran Liu Kang ini mengaku mempunyai ikatan emosional nan kuat dengan Jakarta, apalagi dia menganggap kota ini sebagai rumah bagi family besarnya.

"Selamat! Ini kedua kalinya saya di Jakarta. Pertama kali mungkin sekitar 16 tahun lalu, tahun 2008. Saat itu saya sedang backpaker. Saya datang dari Bali, ke Gunung Bromo, lampau ke Jakarta," kenang Ludi mengenai masa mudanya di Indonesia.

"Kali ini, rasanya seperti saya sedang mengunjungi rumah kakak laki-laki saya sendiri," lanjutnya.

Jumpa pers movie Mortal Kombat II di St. Regis, Jakarta, Minggu (3/5/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Ludi Lin soal Main di Film Mortal Kombat II

Ludi Lin bercerita, untuk sekuel ini, dia kudu melakukan perubahan bentuk nan drastis. Begitu mendapat kepastian bahwa film kedua bakal diproduksi, dia langsung tancap gas untuk meningkatkan massa ototnya.

"Saya tahu semuanya kudu ditingkatkan, terutama memandang kaliber para pemeran nan kami bawa di movie kedua ini," tutur Ludi.

Ia menyebutkan, kehadiran Martyn Ford nan memerankan Shao Kahn sebagai motivasi utamanya untuk menjadi lebih besar.

"Saya mau tampil lebih mendominasi secara bentuk dan mempunyai kehadiran nan lebih kuat. Itu artinya saya kudu lebih banyak makan dan lebih banyak berlatih," ujar Ludi.

Jumpa pers movie Mortal Kombat II di St. Regis, Jakarta, Minggu (3/5/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Hasilnya pun luar biasa. Dalam waktu enam bulan, Ludi sukses menambah berat badan hingga 15 kilogram nan didominasi oleh otot murni.

Menariknya, dia menjalani diet alami dan berbasis tumbuh-tumbuhan (plant-based).

"Indonesia punya banyak buah-buahan nan enak. Saya makan sekitar 8 sampai 9 pisang sehari, dan 5 sampai 6 alpukat," jelas Ludi.

Selain otot, Ludi juga membawa perubahan pada rambutnya. Di movie pertama, dia kudu menggunakan rambut tiruan nan sempat membuatnya malu di letak syuting.

"Simon (sutradara) menyuruh memanjangkan rambut sendiri lantaran di movie pertama saya pakai wig, dan suatu kali wig itu jatuh. Itu sangat memalukan sampai sutradara tidak mau memandang perihal itu terjadi lagi," cerita Ludi sembari tertawa.

Ludi juga memuji kebersamaan para pemain di letak syuting nan sangat berkawan layaknya keluarga. Menurutnya, suasana menyenangkan tersebut tak lepas dari peran Joe Taslim.

"Kapan pun kami punya waktu jarak kerja, 'kamar pesta' adalah bilik Joe. Karena di sana selalu ada musik, lampu nan bagus, apalagi dia memasak untuk kami," tutur Ludi.

Jumpa pers movie Mortal Kombat II di St. Regis, Jakarta, Minggu (3/5/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Ludi menegaskan bahwa movie Mortal Kombat II ini bakal jauh lebih meledak daripada nan pertama.

"Setiap pertarungan lebih eksplosif, lebih otentik dengan game-nya, lebih besar, dan menceritakan kisah nan lebih mendalam. Ini adalah movie tindakan nan sempurna untuk memulai musim panas," tutup Ludi.

Film Mortal Kombat II dijadwalkan menyapa penonton mulai 6 Mei 2026 di bioskop Indonesia. Kali ini, para juara favorit fans bakal kembali bertarung, namun dengan skala nan jauh lebih besar. Mereka berasosiasi dengan karakter ikonik Johnny Cage untuk menghadapi pertempuran tanpa pemisah demi mengalahkan pemerintahan gelap Shao Kahn.

Film ini juga bertabur bintang papan atas. Selain Joe Taslim dan Hiroyuki Sanada, Karl Urban bakal berkedudukan sebagai Johnny Cage. Jajaran pemain lainnya meliputi Adeline Rudolph, Jessica McNamee, Josh Lawson, Ludi Lin, Mehcad Brooks, Tati Gabrielle, Lewis Tan, Damon Herriman, Chin Han, serta Tadanobu Asano sebagai Lord Raiden.

Naskahnya sendiri ditulis oleh Jeremy Slater berasas video gim karya Ed Boon dan John Tobias. Di kembali layar, Simon McQuoid didukung oleh produser James Wan nan dikenal sebagai maestro seram dan aksi. Tim teknis diperkuat sinematografer Stephen F. Windon, desainer produksi Yohei Taneda, serta penata musik Benjamin Wallfisch.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan