Jakarta - Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Bangka Tengah (MAN IC) Bangka Tengah sukses mengukuhkan diri sebagai juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar nan digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tahun 2026 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kemenangan tersebut diumumkan langsung oleh Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI, Agus Subagyo, usai babak final nan berjalan sengit di Hotel Soll Marina, Sabtu (2/5).
Dalam hasil akhir, MAN IC Bangka Tengah mencatatkan skor tertinggi dengan 105 poin. Mereka unggul atas SMA Santo Yosef Pangkalpinang nan meraih 75 poin dan SMA Negeri 1 Pemali dengan 50 poin.
"Dengan demikian, MAN Insan Cendekia Bangka Tengah resmi menjadi pemenang babak Final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi dan berkuasa mewakili Bangka Belitung ke Tingkat Nasional di Jakarta," ujar Agus Subagyo, dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
Perjalanan menuju gelar juara tidak diraih secara instan. Kompetisi ini diawali dari tingkat kabupaten/kota nan diikuti ratusan sekolah, hingga akhirnya menyisakan sembilan sekolah terbaik untuk bertanding di tingkat provinsi. Sembilan sekolah tersebut kemudian dibagi ke dalam tiga sesi penyisihan.
Pada sesi pertama diikuti SMA Negeri 1 Sungailiat, SMA Negeri 1 Mendo Barat, dan MAN IC Bangka Tengah. Sementara sesi kedua diisi SMA Negeri 1 Manggar, SMA Negeri 1 Pemali, dan SMA Negeri 2 Tanjung Pandan. Adapun sesi ketiga mempertemukan SMA Santo Yosef Pangkalpinang, SMA Negeri 1 Toboali, dan SMK Negeri 1 Toboali.
Dalam setiap sesi, peserta diuji melalui tiga tantangan utama, ialah Wawasan Empat Pilar dengan sistem pertanyaan bergilir, sesi tematik berupa adu argumen pro-kontra, serta sesi rebutan nan menguji ketangkasan individu. Dari tahapan ini, terpilih tiga finalis ialah MAN Insan Cendekia Bangka Tengah, SMA Santo Yosef Pangkalpinang, dan SMA Negeri 1 Pemali.
Pertarungan di babak final berjalan ketat dengan penilaian dari majelis juri nan terdiri dari Kepala Biro Pengkajian Konstitusi MPR RI Dyastasita WB, Kepala Biro Sekretariat Pimpinan MPR RI Agus Subagyo, serta Plt Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deswarman.
Atmosfer kejuaraan terasa kompetitif dengan support para pendukung nan memeriahkan jalannya lomba. Bahkan, suasana haru sempat mewarnai ruangan saat poin peserta berkurang akibat kesalahan dalam menjawab pertanyaan.
Meski demikian, semangat juang dan sportivitas tetap dijunjung tinggi oleh seluruh peserta hingga kejuaraan berhujung dengan kemenangan gemilang bagi MAN Insan Cendekia Bangka Tengah.
Salah satu personil tim, Raissa Afifa Azarine, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian tersebut.
"Momen ini sangat berkesan. Terima kasih kepada MPR RI nan telah mengadakan arena berfaedah bagi generasi muda," ujar Raisa.
Sementara itu, rekannya, Nabi Lata, menekankan pentingnya pertimbangan dari pengalaman sebelumnya. Belajar dari kekurangan tahun lalu, timnya sekarang lebih mendalami materi wawasan kebangsaan dan melatih mental bertanding.
"Kami membedah materi lebih dalam dan terus mengulang mahfuz agar siap menghadapi tekanan di tingkat nasional nanti," paparnya.
Guru pendamping, Dodi Saputra, mengapresiasi transformasi format lomba MPR RI nan dinilai semakin berkualitas. Sebagai alumni peserta LCC tahun 2011 dan 2012, dia menyebut sistem saat ini lebih menekankan keahlian berpikir kritis dibanding sekadar hafalan.
"Sistem baru ini menuntut siswa mempunyai daya logika dan kritis terhadap konstitusi. Meskipun saya pembimbing Kimia, motivasi saya besar agar anak didik saya sukses melampaui pencapaian saya dulu," pungkas Dodi, di dampingi rekan gurunya Kohirul Anwar Ali.
(anl/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·