Istana Ungkap Misi di Balik Kunjungan Prabowo ke Rusia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Istana Ungkap Misi di Balik Kunjungan Prabowo ke Rusia

Istana Ungkap Misi di Balik Kunjungan Prabowo ke Rusia

JAKARTA - Prinsip bebas aktif nan dianut Indonesia diarahkan agar setiap langkah diplomasi memberikan faedah nyata bagi masyarakat. Prinsip tersebut menjadi landasan Indonesia dalam menjalankan hubungan luar negeri, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Demikian disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari, Selasa (8/9/2026).

“Berdasarkan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, dalam menjalankan politik luar negeri, Indonesia menganut prinsip bebas aktif nan diabdikan untuk kepentingan nasional,” kata Qodari.

Menurut dia, prinsip bebas aktif membikin Indonesia tidak cukup hanya mengikuti perkembangan dunia, tetapi kudu datang dan mengambil peran ketika kepentingan nasional dipertaruhkan.

Karena itu, kerja sama dengan negara lain dibangun berasas rasa saling percaya sekaligus diarahkan untuk melindungi kepentingan Indonesia.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton. Indonesia kudu hadir, berbicara, dan memperjuangkan kepentingan nasional secara aktif,” ujarnya.

Semangat tersebut, kata Qodari, juga terlihat dalam agenda kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Vladivostok, Rusia. Dalam kunjungan itu, Prabowo datang sebagai tamu kehormatan dan menyampaikan pidato pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 nan turut dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin.

Qodari menegaskan, saat ini, Rusia adalah sebuah negara nan sangat strategis secara geopolitik dan sumber daya alam.

Bagi pemerintah, kunjungan Presiden ke luar negeri bukan sekadar agenda diplomatik. Setiap pertemuan dengan pemimpin negara lain maupun forum internasional diupayakan menjadi pintu masuk bagi kerja sama nan dapat memperkuat kepentingan ekonomi nasional.

“Bagi Presiden Prabowo, setiap agenda kunjungan luar negeri selalu diarahkan sebagai bagian dari upaya mencari solusi, membuka kesempatan ekonomi, dan membawa faedah nyata kembali ke Indonesia,” tutur Qodari.

Diplomasi ekonomi menjadi bagian krusial dari pendekatan tersebut. Peluang kerja sama nan semakin terbuka diharapkan dapat berujung pada investasi, pembuatan lapangan kerja, penguatan industri dalam negeri, hingga peningkatan ketahanan ekonomi nasional.

“Semakin besar kesempatan ekonomi nan dibuka melalui diplomasi, semakin besar pula potensi terciptanya investasi, lapangan kerja, penguatan industri nasional, serta ketahanan ekonomi Indonesia,” katanya.

Dalam forum EEF di Rusia, misalnya, Presiden Prabowo membujuk pelaku upaya dunia untuk menanamkan modal dan menciptakan nilai tambah di Indonesia.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑