Istana Buka Suara soal Utang Kereta Cepat Ditanggung Kementerian Keuangan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Pihak istana buka bunyi soal penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta Bandung alias Whoosh nan bakal diambil alih Kementerian Keuangan. Persoalan utang kereta sigap telah dirapatkan pemerintah di Kantor Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) hari ini.

Tampak datang Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Hari ini rapat koordinasi rutin saja BPI Danantara berbareng dengan Dewan Pengawas. (Utang KCIC dibahas?) salah satunya," kata Prasetyo di Wisma Danantara, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prasetyo mengatakan, utang proyek tersebut bakal ditanggung oleh Kementerian Keuangan. Saat dikonfirmasi apakah penyelesaiannya bakal melibatkan APBN, Prasetyo hanya menyebut skemanya sedang dibahas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Yang bakal menanggung adalah dari Kementerian Keuangan. Skemanya kelak Pak Purbaya nan ngatur," tuturnya.

Lalu ketika ditanya mengenai respons Presiden Prabowo Subianto mengenai persoalan ini, Prasetyo menyebut Kepala Negara menginstruksikan agar utang kereta sigap segera diselesaikan.

"(Respons Prabowo) Ya segera diselesaikan," sebut dia.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Keuangan bakal mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Proses tersebut ditargetkan bakal rampung pada pertengahan September mendatang.

"Jadi, pembahasan nan pertama adalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Ini kan diserahkan dari Danantara kasih ke Kementerian Keuangan. Prosesnya kita percepat, mungkin pertengahan September ya sudah bakal clear," ujar Purbaya usai berjumpa COO Danantara Dony Oskaria di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Dengan demikian, kepemilikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) nantinya tidak lagi berada di bawah PT Kereta Api Indonesia (KAI), melainkan di bawah Kementerian Keuangan. Sebagai informasi, PT KCIC merupakan perusahaan patungan milik konsorsium BUMN Indonesia dan konsorsium perusahaan China.

Sebelumnya, 60% saham dipegang pihak Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), dan 40% oleh konsorsium China.Setelah pengambilalihan pada September nanti, Kementerian Keuangan memegang 60% saham KCIC.

(ily/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance